Dear my swit diari ...
Sepanjang perjalanan hidup saya sebagai seorang freelance writer, mungkin kalian hanya mengenal Annisa Tang ataupun Tang Annisa I H, tapi tahukah kalian kisah di balik hidup saya? Kemarin tepat tanggal 22 Desember 2010 adalah perayaan hari jadi saya yang ke 27. Merasa beruntung memiliki hari lahir yang dirayakan oleh seluruh wanita di Indonesia, serta menjelang hari raya umat kristiani maupun tahun baru International. Namun yang paling berkesan adalah di balik angka 27 tadi, sudah lebih dari seperempat abad saya berada di dunia, dan saya masih diijinkan untuk melewati hari ini.
Pada hari itu sebelas tahun yang lalu, saya menerima kado yang pertama kali oleh pacar pertama saya. Isinya kaset album la luna dan kaset rekaman lagu2 favorite saya (dan mungkin juga lagu-lagu favorite-nya) dan sebuah jam tangan berwarna biru. Pada hari itu pula sepuluh tahun yang lalu, saya menerima kado boneka panda bertuliskan 'be my valentine' dari seorang lelaki yang mengejar saya sejak pertemuan di kapal yang membawa saya pulang dari berlibur di Bali, seorang anak ustadz yang mengejutkan saya dengan kehadirannya secara tiba-tiba di rumah saya, tentu saja mengagetkan kedua orang tua saya juga, mengingat saat itu usia saya masih 17 tahun. Pada hari itu juga tujuh tahun yang lalu, seorang sahabat karib saya (pada waktu itu), lelaki tentunya, mengejutkan seluruh keluarga saya dengan membawa karangan bunga yang dipersembahkan langsung kepada saya. Pada hari itu enam tahun yang lalu, kekasih hati saya memberikan bantal berbentuk hati berwarna merah muda yang menjadi teman tidur saya di kamar kos, ketika itu saya kuliah di perantauan. Pada hari itu lima tahun yang lalu, kekasih saya yang berikutnya memberi saya memberi boneka sapi yang saya beri nama Pidung, dan tahun berikutnya ia memberi saya boneka Teddy Bear, kemudian pada ulang tahun saya berikutnya, kami sudah tak memiliki hubungan apapun.
Kemarin adalah hari ulang tahun saya. Hanya ada saya, dan keluarga saya. Tak ada pria di sisi saya pada saat itu, sekalipun yang dekat dengan saya. Walau keluarga mengucapkan dengan riuh, tetap ada sesuatu yang hilang dari diri saya. Bahkan rasa cinta atau tertarik pada lelaki pun saya belum ada, dalam artian saya sama sekali tidak mempunyai sasaran yang tepat agar cinta saya dapat menghampiri. Setiap saya menemani mami saya ke pernikahan anak kerabatnya, selalu ditanya, "Kapan nyusulnya?"
Saya hanya bisa tersenyum masem, yang kemudian disusul dengan pertanyaan lainnya, "Masa cantik-cantik belum ada calonnya?"
Sangat spesial di usia saya ke 27 saya masih belum memiliki pacar, apalagi calon suami, namun diijinkan untuk bertemu kembali dengan hari itu, 22 Desember 2010, saya sangat bersyukur sekali, karena saya masih diijinkan oleh yang kuasa untuk menemukan jawaban dari takdir hidup saya. Hidup saya masih akan terus berlanjut sampai Allah SWT memutuskan bahwa 'Inilah akhir dari kisah hidupmu'. Dan sampai saatnya tiba, saya masih memiliki kesempatan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dibisikkan oleh hati saya setiap malam menjelang tidur tiba.
Luapan perasaanku, yang tak dapat aku ungkapkan kepada siapapun, yang tak mampu terpuaskan dengan kata-kata, terkadang ada kata yang terlupa jika secara lisan, kutuangkan dalam bentuk tulisan. Walaupun siapapun bisa saja berkunjung di blog ini, namun semua yang kuungkapkan di sini adalah sebuah 'kejujuran', karena 'rasa' memang tak dapat berbohong.
Kamis, Desember 23, 2010
Sabtu, November 20, 2010
A Ba Ta Tsa - Neno Warisman (feat. Aulade Gemintang)
Dulu (lebih dari 10 tahun yang lalu) satu album milik Neno Warisman feat. Aulade Gemintang ini menjadi favorite bagi saya. Terutama lagu utamanya yang berjudul "A Ba Ta Tsa". Lagu ini terdengar indah serta mengajarkan dasar-dasar ajaran agama Islam maupun sedikit Bahasa Inggris kepada anak-anak. Entah kemana kaset milik saya itu lenyap (saya sih menduganya pada waktu Izusu Panther kami itu berganti pemilik alias dijual, kaset itu berada di dalamnya, akhir tahun 1998), sesudahnya saya sibuk mencari di toko kaset manapun tetapi sudah tidak saya temukan lagi.
Diminta browsing lagu-lagu lama oleh nyokap, antara lain lagu Farid Hardja yang berjudul "Bercinta Di Udara", lagu jamannya ngebrik (ajang pertemuan dunia maya pemuda-pemudi jaman dahulu kala), saya jadi teringat lagu jaman saya masih kanak-kanak itu juga. Gregetan saya mencoba mencarinya, 'deg' ketika saya berhasil menemukannya. Ternyata masih ada yang punya soft copy-nya alias bisa free download lagu-lagu itu, senang sekali rasanya. Melalui blog ini, saya ingin berbagi juga deh lagu ini, semoga anak-anak jaman sekarang bisa ikut menikmatinya juga (buat para ibu dan bapak, bisa mendengarkannya ke anak-anaknya juga ya?).
Saya harap, akan ada yang kreatif seperti dulu lagi untuk menciptakan lagu anak-anak, apalagi yang sarat ilmu seperti lagu-lagunya Aulade Gemintang. Oh iya, kemana nih Aulade Gemintang sekarang? Yang paling saya ingat sih si kembar itu, soalnya kalo gak salah yang agak gedean pada waktu itu yah mereka berdua. Rindu melihat mereka-mereka lagi.
Heheheee ... boro-boro bakal ada lagu yang kayak beginian lagi, wong sekedar lagu 'bolo-bolo' aja sudah gak ada, kasian deh anak-anak masa kini, dipaksa dengerin lagu-lagu ala 'Surti-Tejo' alias lagu ngeres, upsss... ^_^
Semoga sharring ini bisa bermanfaat buat adik-adik sekalian juga yahhh ... Selamat mendengarkan ... 'Kiss' buat kalian semua ... ^__^ Cup-cup muachhh ...
Dulu (lebih dari 10 tahun yang lalu) satu album milik Neno Warisman feat. Aulade Gemintang ini menjadi favorite bagi saya. Terutama lagu utamanya yang berjudul "A Ba Ta Tsa". Lagu ini terdengar indah serta mengajarkan dasar-dasar ajaran agama Islam maupun sedikit Bahasa Inggris kepada anak-anak. Entah kemana kaset milik saya itu lenyap (saya sih menduganya pada waktu Izusu Panther kami itu berganti pemilik alias dijual, kaset itu berada di dalamnya, akhir tahun 1998), sesudahnya saya sibuk mencari di toko kaset manapun tetapi sudah tidak saya temukan lagi.
Diminta browsing lagu-lagu lama oleh nyokap, antara lain lagu Farid Hardja yang berjudul "Bercinta Di Udara", lagu jamannya ngebrik (ajang pertemuan dunia maya pemuda-pemudi jaman dahulu kala), saya jadi teringat lagu jaman saya masih kanak-kanak itu juga. Gregetan saya mencoba mencarinya, 'deg' ketika saya berhasil menemukannya. Ternyata masih ada yang punya soft copy-nya alias bisa free download lagu-lagu itu, senang sekali rasanya. Melalui blog ini, saya ingin berbagi juga deh lagu ini, semoga anak-anak jaman sekarang bisa ikut menikmatinya juga (buat para ibu dan bapak, bisa mendengarkannya ke anak-anaknya juga ya?).
Saya harap, akan ada yang kreatif seperti dulu lagi untuk menciptakan lagu anak-anak, apalagi yang sarat ilmu seperti lagu-lagunya Aulade Gemintang. Oh iya, kemana nih Aulade Gemintang sekarang? Yang paling saya ingat sih si kembar itu, soalnya kalo gak salah yang agak gedean pada waktu itu yah mereka berdua. Rindu melihat mereka-mereka lagi.
Heheheee ... boro-boro bakal ada lagu yang kayak beginian lagi, wong sekedar lagu 'bolo-bolo' aja sudah gak ada, kasian deh anak-anak masa kini, dipaksa dengerin lagu-lagu ala 'Surti-Tejo' alias lagu ngeres, upsss... ^_^
Semoga sharring ini bisa bermanfaat buat adik-adik sekalian juga yahhh ... Selamat mendengarkan ... 'Kiss' buat kalian semua ... ^__^ Cup-cup muachhh ...
Selasa, Agustus 31, 2010
Sinetron penggugah hati saya
Ada satu sinetron yang sedang aku gemari. Sinetron ramadhan berjudul 'Surga Untukmu' yang tayang setiap hari di Indosiar pada pukul 19:30 Wita. Sinetron ini bercerita tentang seorang ustadz beristri dua. Bukan karena saya penganut poligami, bahkan 'poligami' itu bukan gue banget (istilahnya), melainkan karena alur ceritanya yang berbeda dengan sinetron-sinetron kebanyakan, didukung oleh para 'bintang' yang sangat mendalami karakter peran yang sedang dimainkan.
Aku sudah menyukai Zumi Zola sejak aku masih duduk di kelas 1 SMA, sewaktu ia menjadi bintang video klip nya Nadila, 'Satu dari hatiku'. Kebetulan pula ia menjadi tokoh sentral di sinetron 'Surga Untukmu'. Senyumnya manis banget, dan karakternya pas banget dengan sosok Fahmi. Yang membuat aku berkesan saat Fahmi memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan cintanya pada Halimah, janda beranak dua yang awalnya terpaksa ia nikahi demi menghindar dari fitnah.
Fahmi:"Ada satu hal yang ingin aku utarakan sejak lama namun aku belum memiliki keberanian." -berbicara dengan sangat hati-hati-
Halimah:"Apa itu Mas?" -sedikit heran-
Fahmi: "Halimah, aku mencintaimu.-jeda-. Apa Mbak juga merasakan hal yang sama?" -penuh harap menunggu jawaban-
Halimah: "Tak perlu diragukan lagi Mas."
Fahmi: -tersenyum lega-
Halimah: "Ada satu permintaan saya Mas." -berbicara berhati-hati-
Fahmi: "Apa itu Mbak?" -dagdigdug-
Halimah: "Tolong jangan panggil saya Mbak, saya kan istri Mas Fahmi."
Fahmi: -tersenyum lega- "Baiklah Halimah."
Kilasan dialog yang membuat saya terharu, sangat terharu! Bahkan ketika saya menceritakannya kembali kepada Mami saya, suara saya terdengar bergetar, air mata saya nyaris jatuh. Belum ada satu sinetron pun yang bisa membuat saya begitu terharu. Sedikit mengingatkan saya pada konflik rumah tangga poligami film 'ayat-ayat cinta' yang juga membuat hati saya begitu tersentuh.
Sekedar menikmati. Namun jika ada seorang pria yang bertanya pada saya, "Apa kamu bersedia dipoligami?", sudah pasti jawabannya, "NO WAY!"
Tulisan ini saya publish sekedar menyuarakan hati saya yang masih sangat 'bergetar' membayangkan cuplikan adegan Fahmi dan Halimah tadi, lembut tetapi 'dalam'. Jadi ngefans sama penulis skenario dan sutradaranya nih! Semoga saja pada saat rating naik, cerita tidak dipanjang-panjangin sehingga menjadi amburadul-acakadut. Dan sebagai saran saja, tolong si Rubiah jangan dibuat terlalu jahat bak 'iblis' gitu, karena bisa merusak cerita, selain itu hilangkan hal-hal yang berada di luar logika seperti: Rubiah tidak bekerja, tapi kenapa dia bisa memiliki uang banyak untuk membayar orang-orang guna mencelakakan Ranum? Buat senyumnya Zumi Zola, I loph u pul dah! ^_^
Cuplikan soundtrack sinetron (termasuk jadi favorite saya juga): :"Subhanallah...aku mencintainya...subhanallah...aku menyayanginya...dari ufuk timur hingga ke barat...slalu di hatiku..."
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Minggu, Agustus 29, 2010
Saya yang pegang kendali !!!
Baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa teman saya seperjuangan dulu sedang hamil. Kabar ini tentu sangat membahagiakan jika teman saya ini berada dalam ikatan pernikahan. Namun kenyataannya adalah sahabat saya masih dalam kondisi sama-sama bebas merdeka, belum ada ikatan apapun. Huru-hara sudah pasti yang pertama kali pasangan itu rasakan sebelum akhirnya merasa lega dan bahagia, sedikit berbeda dengan pasangan-pasangan yang sudah terlebih dahulu terikat dalam jalinan kasih yang sah secara agama maupun hukum.
Ada satu pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Apa untuk dinikahi secara resmi oleh seorang pria, seorang wanita muda harus hamil terlebih dahulu? Hampir semua sahabat wanita saya menikah dalam kondisi 'membawa tambur'. Kenyataannya adalah saya masih single, dan pernah berpacaran beberapa kali, belum sampai ke jenjang pernikahan sudah 'bubar jalan' duluan. Beda dengan kawan-kawan saya yang 'sudah pasti' dinikahi karena kondisinya sedang hamil.
Pertanyaan itu terjawab dengan sendirinya oleh saya. Hidup ini adalah pilihan. Dan pilihan itu adalah kualitasmu. Saya memilih untuk tidak menghamilkan diri, saya memilih untuk tetap bebas dengan pilihan saya (dalam artian saya masih punya hak mutlak untuk memilih 'lanjut' atau 'stop'). Seorang sahabat lelaki saya pernah membuat pernyataan, "Harus 'dicoba' dulu, bisa hamil atau gak, kalau bisa ya baru kawin." (Pernyataan yang sungguh ketika itu membuat saya tercengang, saya yang ketika itu baru mulai mengenal kehidupan sebagai seorang mahasiswi).
Pacar pertama saya di kampus adalah seorang pria yang cukup diidolakan oleh sahabat-sahabat wanita di kampus saya. Ia seorang yang berprestasi, cakep, tinggi, berpenampilan rapi dan identik dengan motor RGR-nya. Kesannya cowok banget. Sayangnya kami berdua berbeda keyakinan. Saya sudah mengenal keluarganya dengan baik, lingkungan tempat tinggalnya dan kawan-kawannya. Kami saling mencintai. Namun suatu hari ada satu hal yang tanpa sengaja ia utarakan, dan secara 'kepercayaan', apa yang selama ini saya 'yakini', telah menyinggung hati saya. Ia mengucapkan hal yang sangat sensitif. Syukurnya 'hak veto' masih saya pegang, saya memilih untuk meninggalkannya. Saya sadar, bagaimanapun kami 'berbeda' dan tak dapat bersatu.
Sepanjang perjalanan kasih teman-teman saya, masih dapat disyukuri tidak ada yang berakhir tragis. Para pria tetap bertanggung-jawab atas perbuatannya, dan akhirnya menikah, membangun bahtera rumah tangga tanpa menoleh ke belakang lagi. Itulah yang saya namakan berakhir 'lega dan bahagia', walau ada beberapa diantaranya yang berakhir dengan kata 'lega' saja (karena ada yang sekedar bertanggung-jawab padahal cinta sudah pupus).
Sahabat-sahabat saya sering bertanya, "Kamu kapan nyusulnya?". Sebagai wanita, saya tentu juga ingin menikah dan merasakan ada janin yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam rahim saya. Saya tetap berikhtiar dan menanti 'jodoh' itu datang pada saya. Yang saya pegang adalah hak mutlak untuk memutuskan. Yah, hidup ini adalah pilihan. Dan pilihan itu adalah kualitasmu. Saya memilih untuk tidak menghamilkan diri, saya memilih untuk tetap bebas dengan pilihan saya (dalam artian saya masih punya hak mutlak untuk memilih 'lanjut' atau 'stop').
Ada satu pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Apa untuk dinikahi secara resmi oleh seorang pria, seorang wanita muda harus hamil terlebih dahulu? Hampir semua sahabat wanita saya menikah dalam kondisi 'membawa tambur'. Kenyataannya adalah saya masih single, dan pernah berpacaran beberapa kali, belum sampai ke jenjang pernikahan sudah 'bubar jalan' duluan. Beda dengan kawan-kawan saya yang 'sudah pasti' dinikahi karena kondisinya sedang hamil.
Pertanyaan itu terjawab dengan sendirinya oleh saya. Hidup ini adalah pilihan. Dan pilihan itu adalah kualitasmu. Saya memilih untuk tidak menghamilkan diri, saya memilih untuk tetap bebas dengan pilihan saya (dalam artian saya masih punya hak mutlak untuk memilih 'lanjut' atau 'stop'). Seorang sahabat lelaki saya pernah membuat pernyataan, "Harus 'dicoba' dulu, bisa hamil atau gak, kalau bisa ya baru kawin." (Pernyataan yang sungguh ketika itu membuat saya tercengang, saya yang ketika itu baru mulai mengenal kehidupan sebagai seorang mahasiswi).
Pacar pertama saya di kampus adalah seorang pria yang cukup diidolakan oleh sahabat-sahabat wanita di kampus saya. Ia seorang yang berprestasi, cakep, tinggi, berpenampilan rapi dan identik dengan motor RGR-nya. Kesannya cowok banget. Sayangnya kami berdua berbeda keyakinan. Saya sudah mengenal keluarganya dengan baik, lingkungan tempat tinggalnya dan kawan-kawannya. Kami saling mencintai. Namun suatu hari ada satu hal yang tanpa sengaja ia utarakan, dan secara 'kepercayaan', apa yang selama ini saya 'yakini', telah menyinggung hati saya. Ia mengucapkan hal yang sangat sensitif. Syukurnya 'hak veto' masih saya pegang, saya memilih untuk meninggalkannya. Saya sadar, bagaimanapun kami 'berbeda' dan tak dapat bersatu.
Sepanjang perjalanan kasih teman-teman saya, masih dapat disyukuri tidak ada yang berakhir tragis. Para pria tetap bertanggung-jawab atas perbuatannya, dan akhirnya menikah, membangun bahtera rumah tangga tanpa menoleh ke belakang lagi. Itulah yang saya namakan berakhir 'lega dan bahagia', walau ada beberapa diantaranya yang berakhir dengan kata 'lega' saja (karena ada yang sekedar bertanggung-jawab padahal cinta sudah pupus).
Sahabat-sahabat saya sering bertanya, "Kamu kapan nyusulnya?". Sebagai wanita, saya tentu juga ingin menikah dan merasakan ada janin yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam rahim saya. Saya tetap berikhtiar dan menanti 'jodoh' itu datang pada saya. Yang saya pegang adalah hak mutlak untuk memutuskan. Yah, hidup ini adalah pilihan. Dan pilihan itu adalah kualitasmu. Saya memilih untuk tidak menghamilkan diri, saya memilih untuk tetap bebas dengan pilihan saya (dalam artian saya masih punya hak mutlak untuk memilih 'lanjut' atau 'stop').
Wanita spesial itu adalah Mamiku
Aku hanya memiliki satu orang mami, tapi mami memiliki 'banyak anak' dari penjuru tempat di Indonesia. Aku terlahir sebagai anak kedua, mami pernah melahirkan tiga tahun sebelum aku dilahirkan, namun takdir tidak mengijinkan kakak perempuanku untuk mengenal dunia lebih lama, beliau meninggal 15 hari setelah dilahirkan. Mami merasa sangat terpukul dan hampir kehilangan kesadarannya. Namanya 'Citra Revalusi', mami memajang puisi tentangnya di dalam sebuah bingkai dan memajangnya di ruang keluarga. Aku membaca puisi itu dan sangat menyukainya, sampai usiaku ke 10 aku tidak melihat puisi itu di dinding ruang keluarga kami lagi, mungkin mami sudah tidak ingin mengingat hal-hal yang bisa membuatnya bersedih dan tidak ingin aku ikut terobsesi dengan sosok Kakak Citra, atau mungkin juga karena aku sudah memiliki seorang adik laki-laki yang walau bukan lahir dari rahim mami, namun sudah memiliki ikatan bathin yang sangat kuat dengan kami sekeluarga sehingga mami memutuskan untuk 'menatap jauh ke depan' dan 'berhenti menoleh ke belakang'.
Mami mengadopsi adikku itu sejak usianya masih 15 hari dan usiaku sudah jalan 8 tahun, kulitnya hitam, pipinya tembem, dan matanya sangat besar. Seperti coklat pada GERY CHOCOLATOS; warnanya yang hitam namun rasanya sangat manis dan menggiurkan, begitu lucunya adikku itu. Sungguh kontras jika bersanding denganku. Mami sangat menyayanginya. Dua kali mengalami operasi caesar membuat dokter melarang mami untuk melahirkan lagi karena bisa sangat beresiko bagi mamiku. Sebelum menikah dengan mami, papa sudah pernah menikah dengan wanita keturunan Tiong Hoa juga dan memiliki seorang anak lelaki. Kakak lelakiku itu usianya cukup jauh dariku. Mami juga menganggap kokoku itu anaknya sendiri. Mami sangat bangga mengatakan bahwa ia memiliki tiga orang anak, hidupnya lengkap memiliki; seorang anak tiri, seorang anak kandung, dan seorang anak angkat. Bahkan kokoku itu telah memberi mami dan papa empat orang cucu.
Mami sangat tahu mengkondisikan dirinya sebagai seorang ibu, bahkan semua ponakkannya memanggil mami dengan sebutan 'mami', bukan 'tante' seperti yang pada umumnya digunakan oleh para ponakkan terhadap bibinya. Itu yang membuatku sangat menyayangi mami dan selalu menyelipkan nama mami di dalam doaku, seperti mami selalu menyelipkan nama anak-anaknya di dalam doanya. Kuingat betapa tabahnya mami saat seorang wanita mencoba merebut papa, tidak terselip sedikitpun benci dari pandangan matanya, mungkin itu pula yang membuat papa sangat mencintai mami.
Mami bisa segalanya. Masakan mami yang 'is the best' (tiada duanya) baik soal appetizer, main course, apalagi dessert. Mami yang ahli soal renovasi rumah, bisa tukang-menukang, bantuin papa benerin genteng, pintar design baju dan menjahit, pintar 'make up artist', ahli bercocok tanam, pandai menulis ceerita, pintar politik, juga pengetahuan umum yang bahkan lulusan S2 tidak mengetahuinya. Sejak aku mengenalkan mami dengan facebook, di waktu-waktu senggang mami selalu menyempatkan 'mengintip' profilenya demi menyapa 'anak-anaknya' dari berbagai penjuru tempat di Indonesia. Di facebook, 'anak-anak mami' itu memanggil mami dengan sebutan 'bunda'. Mereka sangat menyukai 'update status' mami yang selalu pintar, bijak dan penuh nasehat. Betapa bangganya aku untuk mengatakan bahwa sosok itu adalah mamiku. Aku sayang mami.
Keterangan Foto: Aku dan Mami
Mami mengadopsi adikku itu sejak usianya masih 15 hari dan usiaku sudah jalan 8 tahun, kulitnya hitam, pipinya tembem, dan matanya sangat besar. Seperti coklat pada GERY CHOCOLATOS; warnanya yang hitam namun rasanya sangat manis dan menggiurkan, begitu lucunya adikku itu. Sungguh kontras jika bersanding denganku. Mami sangat menyayanginya. Dua kali mengalami operasi caesar membuat dokter melarang mami untuk melahirkan lagi karena bisa sangat beresiko bagi mamiku. Sebelum menikah dengan mami, papa sudah pernah menikah dengan wanita keturunan Tiong Hoa juga dan memiliki seorang anak lelaki. Kakak lelakiku itu usianya cukup jauh dariku. Mami juga menganggap kokoku itu anaknya sendiri. Mami sangat bangga mengatakan bahwa ia memiliki tiga orang anak, hidupnya lengkap memiliki; seorang anak tiri, seorang anak kandung, dan seorang anak angkat. Bahkan kokoku itu telah memberi mami dan papa empat orang cucu.
Mami sangat tahu mengkondisikan dirinya sebagai seorang ibu, bahkan semua ponakkannya memanggil mami dengan sebutan 'mami', bukan 'tante' seperti yang pada umumnya digunakan oleh para ponakkan terhadap bibinya. Itu yang membuatku sangat menyayangi mami dan selalu menyelipkan nama mami di dalam doaku, seperti mami selalu menyelipkan nama anak-anaknya di dalam doanya. Kuingat betapa tabahnya mami saat seorang wanita mencoba merebut papa, tidak terselip sedikitpun benci dari pandangan matanya, mungkin itu pula yang membuat papa sangat mencintai mami.
Mami bisa segalanya. Masakan mami yang 'is the best' (tiada duanya) baik soal appetizer, main course, apalagi dessert. Mami yang ahli soal renovasi rumah, bisa tukang-menukang, bantuin papa benerin genteng, pintar design baju dan menjahit, pintar 'make up artist', ahli bercocok tanam, pandai menulis ceerita, pintar politik, juga pengetahuan umum yang bahkan lulusan S2 tidak mengetahuinya. Sejak aku mengenalkan mami dengan facebook, di waktu-waktu senggang mami selalu menyempatkan 'mengintip' profilenya demi menyapa 'anak-anaknya' dari berbagai penjuru tempat di Indonesia. Di facebook, 'anak-anak mami' itu memanggil mami dengan sebutan 'bunda'. Mereka sangat menyukai 'update status' mami yang selalu pintar, bijak dan penuh nasehat. Betapa bangganya aku untuk mengatakan bahwa sosok itu adalah mamiku. Aku sayang mami.
Jumat, Agustus 20, 2010
Rabu, Agustus 18, 2010
Sabtu, Juli 03, 2010
Effective Self Management at Novus Hotel - Puncak
Agenda jalan-jalanQ ...
27 Juni 2010
Hari ini waktuku berangkat ke Jakarta. Aku dan Dhanny dijadualkan training tanggal 28-29 Juni 2010 di Novus Hotel - Puncak (Cipanas). Dhanny langsung berangkat dari Yogya, kebetulan dia memang sedang berada di Yogya (maklum...lagi cuti...holiday bow dia...). Jadilah kami janji ketemuan di bandara Soekarno-Hatta.
Daku berangkat jam 10:05 dari Balikpapan, untungnya jadual lancar tanpa delay. Sesampainya di Jakarta, aku dan Dhanny saling kontak lewat HP.
Aku: Dhan, aku udah sampai nih, kamu dimana?
Dhanny: Aku di depan KFC, kamu ke sini saja.
Aku: Aku di depan A&W nih, kan dekat aja ma KFC, kok aku ga liat kamu?
Dhanny: Jauhnya, kamu ke sini jeung.
Aku: Ih, baiklah kalo gitu... (Tutup telpon)
Kembali menelpon.
Aku: Aku sudah depan KFC, kamu dimananya?
Dhanny: Coba kamu lihat plang kuning tulisan 'terminal E dan F', nah aku duduk dibawahnya.
Aku: Nggak ada Dhan, aku juga udah duduk di sini.
Dhanny: Sekarang aku di A&W nih.
Aku: Dhan, jangan main-main deh. Aku mondar-mandir dari tadi dilihatin orang, tau!
Dhanny: Wah, curiga KFC dan A&W ada dua nih.
Aku: Bentar aku tanya dulu. Pak, KFC dan A&W ada dua ya?
Airport Crew: Nggak dek, satu-satu saja.
Aku: Oke Pak, makasih. Tuh kan Dhan, satu aja kaleee. Sudah deh, kita berangkat sendiri-sendiri aja.
Dhanny: Jangaaaan...akyu kan gak tau tempatnya, kalo nyasar gimana???
Aku: Pokoknya kamu minta antar ke wisma kodel HR Rasuna Said-Kuningan aja. Nggak nyasar pang!
Dhanny: Nggak mauuu...
Aku: Hiks, nanti kalau kita telat gimana? Ditinggal donk.
Dhanny: Kamu keluar deh ke bagian taksi.
Aku: Ini aku malah udah dekat supir taksinya. Jangan-jangan kamu udah nyebrang ya?
Dhanny: Nggak, aku di koridor aja dari tadi. Kamu ada ngelihat patung ga di situ?
Aku: Hah, patung? Patung yang mana ya? Bentar, aku mo minta tolong di informasi aja. (Tutup telpon)
Aku: Mbak, bisa tolong carikan teman saya ya?
Information CS: Bisa, tapi gak kedengaran sampai dalam.
Aku: Ga papa Mbak.
Telpon bunyi lagi...
Aku: Bentar Mbak, teman saya telpon lagi. Ya Dhan?
Dhanny: Aku curiga ada dua deh Nis.
Aku: Bentar, aku tanya dulu. Mbak, KFC dan A&W itu ada dua ya?
Information CS: Iya, ada di lantai satu dan lantai 2.
Dhanny: Tuh kan, ada dua, ini aku sudah di bawah, kamu dimana? Aku di depan KFC.
Aku: Ya sudah Mbak, nggak jadi. Terima kasih ya?
Information CS: Sama-sama...
Whuaaaaaaaa....aku langsung nuju sana....akhirnya ketemu juga...sudah banjir keringat euy si Dhanny!
Sampai di Kodel, kebayang dong, wajahnya pada senior semua, heheheee...sangar-sangar...(maklum...ada kata pepatah 'Tak Kenal Maka Tak Sayang). Yang ngajak ngobrol waktu itu cuman Mbak Emma. Trus efek perjalanan dan efek masa pertumbuhan (alasan doang), yang dicari makanan duluan, aku dan Dhanny makan dong dengan kalap! Sekitar jam setengah 3 baru deh berangkat menuju Puncak. Ngelihat ada yang lagi nenteng koper sendirian, kami saling melempar senyum, dan jadilah dia teman pertamaku, Ratu namanya, BII Metropolitan kalo ga salah (Sudirman-Jakarta). Dia jadi temen sebangkuku di dalam bus. Untungnya dia senang bercerita, jadinya ga gitu kaku deh di bus. Seruuu! Btw anw bsw, karena semua jalan akses ditutup, terpaksa mutar lewat Jonggol, dan ternyata makan waktu 5 jam bow! Wah, rasanya gempor nih p*nt*t!
Di Hotel Novus, daku sekamar ma Ratu di 335. Dhanny juga dapet temen baru, William namanya (CS SDB Medan), mereka di kamar 334. Yang lebih seru lagi, balkon kamar kami nyambung euy! Bisa ngerumpi bareng di balkon. Agenda malam itu dinner. Karena koordinasi waktu itu kurang, jadinya kami agak bingung karena gak dipanggil-panggil makan (juga gak tau mau makan dimana), untung William yang sudah pernah ikut training sebelumnya sudah tahu harus makan dimana, jadinya nekad aja kami pergi dinner. Heheheee...
Setelah dinner, kami langsung jalan-jalan dilingkungan hotel, mata langsung mentereng liat tulisan 'Pool Side'. Wow, mulai menyusun rencana! Teteup, malam itu langsung fotoan!
28 Juni 2010
Bangun pagi, ngelihat jam udah jam 6, langsung mandi saja, berendam air hangat...padahal perbedaan waktunya satu jam...kerajinan ternyata, aku mandi jam 05:00 WIB! Memoles make up yang membutuhkan durasi yang cukup lama, sementara Ratu...membutuhkan waktu yang cukup lama untuk roll dan blow rambut! Lucunya, aku membawa hair dryer kecil, Ratu bawa hair dryer segede-gede bagong lengkap dengan roll rambut satu set dan gell rambutnya. Aku bawa satu set make up lengkap dengan cream wajah dan cream mata, Ratu bawa make up yang simple-simple saja. Pada dasarnya kami berdua sama-sama perempuan ribet tapi tipe ribetnya berbeda. Heheheee...Aku dan Dhanny uda kelar fotoan di balkon, Ratu belum kelar juga ternyata, akhirnya iseng aku foto Ratu dalam keadaan ribet dengan rambutnya.
Habis breakfast, kami masuk kelas. Tutor kami hari itu Bu Nanik. Seru euy, banyak gamesnya. Games yang bermanfaat!. Aku duduk dekat Pak Rudy dan Nonny. Pelajaran pertama adalah Personality Types, seru abis!!! Jam 10 dikasih waktu Coffee Break, dikasih waktu 15 menit. Jam 12:00 lunch (1 setengah jam waktunya). Habis lunch dan kalap nyoba aneka dessert, aku dan Ratu menghabiskan waktu fotoan di kolam, Dhanny ngorok di kamarnya. Gara-gara terlalu seru fotoan, telat masuk kelas. Untung ga dihukum push up, heheheeee...maaf ya Bu. Senangnya, jam 15:00 Coffee Break lagi, trus jam setengah enam sore selesai trainingnya.
Usai training, kami rame-rame jalan ke Brasco naik angkot. Kebayang donk angkot penuh dengan kita-kita aja, sempit-sempitan, tapi seru...senasib sepenanggungan. Murah euy, dua ribuan perorang. Dari Brasco, aku dan Ratu ke DSE, Ratu mau cari baju buat renang. Wah, badanku rasanya gatal-gatal udah pengen nyemplung.
Peserta renang malam itu adalah aku, Ratu, Nanna dan Indra. Berenangnya sih ga terlalu lama, tapi jacuzzinya donk, lama banget, enak sih...hangaaattt...Jam sepuluhan baru kelar, trus mandi di kamar masing-masing, seger banget...usai mandi, aku-Ratu-Dhanny-William sibuk ngoceh di balkon. Nggak lama Indra telpon, Ketut udah tidur katanya dan dirinya belom ngantuk. Setelah nelpon, gak lama ada yang ketok-ketok kamar, eh Indra dan Nanna, pengen gabungan juga di balkon kami. Tambah seru suasana malam itu.
Training hari kedua. Rutinitas pagi seperti biasa. Mandi, make up, blow rambut dan photoan! Kemudian breakfast dan masuk kelas...tutor hari ini adalah Bu Indrawati. Bu Indra lebih senang kuisioner dibanding games, kadang ngantuk juga. Beliau ngajar Stress Management dan Time Management. Jam 10 Coffee Break, 12 Lunch, 15:00 Coffee Break again, n' jam setengah 6 kelar kelasnya. Kali ini kami tak ada yang telat!
Sore harinya daku, Indra, Dhanny, Ratu, dan William melanglang naik angkot ke pasar Cipanas, cuman gara-gara cari peyeum! Papanya Dhanny titip peyeum, trus aku juga mendadak ingat kalau Rachmad (rekan CS kami yang paling bontot usianya) juga ada nyebut-nyebut peyeum (padahal mungkin maksudnya 'peyeumpuan', wkwkwkkk...) gitu...akhirnya ikutan nyari deh. Eh nggak nemu malah kalap beli cemilan!
Pulang hang out langsung dinner dan renang lagi! Sayang Nanna udah pulang duluan, jadinya renang bareng Indra, Ratu dan Dhanny aja deh. Kali ini renangnya cukup lama dan Jacuzzinya pun cukup lama. Kami menghabiskan waktu cukup lama bersama, secara besok udah perpisahan.
Usai renang dan mandi nih...para kelelawar keliaran lagi donk di luar kamar, rencananya mau maen billyar...tapi ga tau juga kenapa gak jadi...kalo daku sih pengen fotoan doank, ga gitu pengen mainnya. Ya udah, akhirnya balik dan ngobrol-ngobrol di hotel, ketemu ma Mba Emma dan Pak Rudi yang juga ternyata gak bisa tidur, mulai deh session foto-fotonya lagi. Rasanya gak relaaa banget mau masuk kamar. Di dalam kamar masih juga gak bisa tidur. Si Indra juga bolek-balik nelpon, nanyain apa kita ada telpon ke situ ngerjain dia. Aaah, bilang aja nggak rela mo pisahan Ndra...wkwkwkkkk...pizzz...Sejujurnya kita semua juga nggak rela kali mo pisah. Malam itu sepertinya semua pada update status nih.
30 Juni 2010
It's time to go home! Gak relaaaaaaaaaa!!! Habis breakfast, kami masih juga cari objek yang bagus buat latar fotoan. Rame-rame gini kapan lagi coba. Sekitar jam setengah 9 baru kami berangkat. Sengaja mau lewat tajur, maklum...ibu-ibu mau belanja...yuk yaaa...yuuukkk...agak pusing euy sepanjang perjalanan, mungkin karena duduknya sendiri-sendiri kali yaaa...secara, Ratu udah naruh tas ranselnya di kursi sebelahnya, trus porsi kursinya Dhanny kan memang dua (hihihiiii...pisss Dhan...),...ya sutrahlah...mungkin memang pada pengen sendiri-sendiri...William sendiri, Indra juga sendiri...jadinya kelompok kami mencar semua, sisanya pada berdua-dua. Hasilnya...daku pusing gak ada yang ngoceh di sebelah...heheheee...
Kami dimampirin ke tempat belanja oleh-oleh, daku sih ga belanja banyak di situ...kurang suka n' kebanyakan makanan tradisional gitu mah sudah ada di tempat manapun juga, di Bpn aja banyak jual sale, dodol, n' kripik-kripik gitu. Peyeum akhirnya nemu juga! Setelah itu, kami dimampirin ke terminal tas tajur! Wah, disini nih baru aku kalap belanjanya. Dua buah tas wanita (buatku dan mami), satu dompet wanita (buatku) dan satu dompet laki-laki (buat papa). Setelah itu balik ke Kodel.
Sampai di Kodel, aku mencoba hubungin Ovie, ternyata dirinya lagi di jalan n' bersama Naia., pacarnya. Heheheee...aku membawa dua kawanku serta, Indra dan Dhanny. Kebetulan jam keberangkatan kami sama. Sebelum diantar ke bandara, kami ke Taman Anggrek dulu. Seru banget ngelihat arena ice skating, pengen cobaaa...gregetan deh jadinya. Kemudian ingat titipannya si Enggo, topi pet katanya...xixixixiii...biar kayak Jering (konon gitu yang membuat adikku itu sangat menginginkan topi itu).
Setelah muter-muter mencari topi pet yang termurah, maklum...aku pikir buat apa beli topi begitu aja yang mahal-mahal...teteup, ga ada juga topi begitu yang murah...terpaksa beli di Zara...yang penting hatiku legalah...semua kebagian oleh-oleh...hehehehhh...
Dasar banci foto, di lift pun kami fotoan. Heheheee...kami sampai di bandara sekitar jam 5 kurang. Aku nitip Dhanny check in kan...jadi yang masuk check in si Dhanny dan Indra saja. Setelah itu kami makan di KFC. Setelah makan, Indra langsung pamitan sama kami. Soalnya kebetulan pesawatku dan Dhanny mengalami delay sampai jam 19:20 WIB, sedangkan Indra gak, gak jadi deh masuk ke gate bareng. Moment yang menyedihkan adalah 'Perpisahan'!
Pukul 19:00 WIB aku dan Dhanny masuk gate, kembali mengalami perpisahan...sama Ovie dan Nai. Belum reda sedih hatiku, peyeumku donk bunyi di dalam plastik waktu lewat laser. Hiks...akhirnya terpaksa ditinggal, untung cuman sekilo, dan untung punya Dhanny masuk bagasi. Ternyata peyeum tak boleh dibawa!
Detik demi detik...menit demi menit...tak ada tanda-tanda bakal berangkat. Dhanny udah sempat ke toilet, belum juga berangkat. Bahkan sempat lirik-lirikan ma cowok ganteng, belum juga ada panggilan naik pesawat...hahahaaa, apa hubungannya coba! Sampai lewat jam batas pengumuman delay tadi, Dhanny nanya kembali ke informasi, katanya kru-nya belum dateng, sampai akhirnya jam 8an baru diijinkan masuk ke dalam pesawat. Udah di dalem pesawat, masih belum juga diberangkatkan, berdasarkan informasi dari kru, katanya belum dapet ijin penerbangan. Gilaaa...nih pesawat lagi trouble atau pilotnya masih baru sampe gak diijinkan terbang. Terbangnya baru sekitar jam 21:00 WIB. Saat-saat seperti ini, jadi ngebayangin suasana di Novus Puncak. Rindu...
Pulang-pulang, sampai rumah jam 1 tengah malem. Besoknya tepar, gak masuk kantor...masuk angin...hari jumatnya masih ga enak badan, terpaksa masuk, kasian juga teman-teman, tapi hasilnya, sepanjang jam pelayanan aku ngerasa kedinginan dan perut kembung. Malemnya langsung meriang, tidur jam setengah 10 (tumben tidur cepat, heheee...kalo ga sakit ga bakal tidur jam segitu). Entah efek sakit fisik ato demam rindu nih...rindu Puncak...rindu Novus...rindu BII Novus Puncak....Puncak in Love...4 Hari 3 Malam...^_^
27 Juni 2010
Hari ini waktuku berangkat ke Jakarta. Aku dan Dhanny dijadualkan training tanggal 28-29 Juni 2010 di Novus Hotel - Puncak (Cipanas). Dhanny langsung berangkat dari Yogya, kebetulan dia memang sedang berada di Yogya (maklum...lagi cuti...holiday bow dia...). Jadilah kami janji ketemuan di bandara Soekarno-Hatta.
Daku berangkat jam 10:05 dari Balikpapan, untungnya jadual lancar tanpa delay. Sesampainya di Jakarta, aku dan Dhanny saling kontak lewat HP.
Aku: Dhan, aku udah sampai nih, kamu dimana?
Dhanny: Aku di depan KFC, kamu ke sini saja.
Aku: Aku di depan A&W nih, kan dekat aja ma KFC, kok aku ga liat kamu?
Dhanny: Jauhnya, kamu ke sini jeung.
Aku: Ih, baiklah kalo gitu... (Tutup telpon)
Kembali menelpon.
Aku: Aku sudah depan KFC, kamu dimananya?
Dhanny: Coba kamu lihat plang kuning tulisan 'terminal E dan F', nah aku duduk dibawahnya.
Aku: Nggak ada Dhan, aku juga udah duduk di sini.
Dhanny: Sekarang aku di A&W nih.
Aku: Dhan, jangan main-main deh. Aku mondar-mandir dari tadi dilihatin orang, tau!
Dhanny: Wah, curiga KFC dan A&W ada dua nih.
Aku: Bentar aku tanya dulu. Pak, KFC dan A&W ada dua ya?
Airport Crew: Nggak dek, satu-satu saja.
Aku: Oke Pak, makasih. Tuh kan Dhan, satu aja kaleee. Sudah deh, kita berangkat sendiri-sendiri aja.
Dhanny: Jangaaaan...akyu kan gak tau tempatnya, kalo nyasar gimana???
Aku: Pokoknya kamu minta antar ke wisma kodel HR Rasuna Said-Kuningan aja. Nggak nyasar pang!
Dhanny: Nggak mauuu...
Aku: Hiks, nanti kalau kita telat gimana? Ditinggal donk.
Dhanny: Kamu keluar deh ke bagian taksi.
Aku: Ini aku malah udah dekat supir taksinya. Jangan-jangan kamu udah nyebrang ya?
Dhanny: Nggak, aku di koridor aja dari tadi. Kamu ada ngelihat patung ga di situ?
Aku: Hah, patung? Patung yang mana ya? Bentar, aku mo minta tolong di informasi aja. (Tutup telpon)
Aku: Mbak, bisa tolong carikan teman saya ya?
Information CS: Bisa, tapi gak kedengaran sampai dalam.
Aku: Ga papa Mbak.
Telpon bunyi lagi...
Aku: Bentar Mbak, teman saya telpon lagi. Ya Dhan?
Dhanny: Aku curiga ada dua deh Nis.
Aku: Bentar, aku tanya dulu. Mbak, KFC dan A&W itu ada dua ya?
Information CS: Iya, ada di lantai satu dan lantai 2.
Dhanny: Tuh kan, ada dua, ini aku sudah di bawah, kamu dimana? Aku di depan KFC.
Aku: Ya sudah Mbak, nggak jadi. Terima kasih ya?
Information CS: Sama-sama...
Whuaaaaaaaa....aku langsung nuju sana....akhirnya ketemu juga...sudah banjir keringat euy si Dhanny!
Sampai di Kodel, kebayang dong, wajahnya pada senior semua, heheheee...sangar-sangar...(maklum...ada kata pepatah 'Tak Kenal Maka Tak Sayang). Yang ngajak ngobrol waktu itu cuman Mbak Emma. Trus efek perjalanan dan efek masa pertumbuhan (alasan doang), yang dicari makanan duluan, aku dan Dhanny makan dong dengan kalap! Sekitar jam setengah 3 baru deh berangkat menuju Puncak. Ngelihat ada yang lagi nenteng koper sendirian, kami saling melempar senyum, dan jadilah dia teman pertamaku, Ratu namanya, BII Metropolitan kalo ga salah (Sudirman-Jakarta). Dia jadi temen sebangkuku di dalam bus. Untungnya dia senang bercerita, jadinya ga gitu kaku deh di bus. Seruuu! Btw anw bsw, karena semua jalan akses ditutup, terpaksa mutar lewat Jonggol, dan ternyata makan waktu 5 jam bow! Wah, rasanya gempor nih p*nt*t!
Di Hotel Novus, daku sekamar ma Ratu di 335. Dhanny juga dapet temen baru, William namanya (CS SDB Medan), mereka di kamar 334. Yang lebih seru lagi, balkon kamar kami nyambung euy! Bisa ngerumpi bareng di balkon. Agenda malam itu dinner. Karena koordinasi waktu itu kurang, jadinya kami agak bingung karena gak dipanggil-panggil makan (juga gak tau mau makan dimana), untung William yang sudah pernah ikut training sebelumnya sudah tahu harus makan dimana, jadinya nekad aja kami pergi dinner. Heheheee...
Setelah dinner, kami langsung jalan-jalan dilingkungan hotel, mata langsung mentereng liat tulisan 'Pool Side'. Wow, mulai menyusun rencana! Teteup, malam itu langsung fotoan!
28 Juni 2010
Bangun pagi, ngelihat jam udah jam 6, langsung mandi saja, berendam air hangat...padahal perbedaan waktunya satu jam...kerajinan ternyata, aku mandi jam 05:00 WIB! Memoles make up yang membutuhkan durasi yang cukup lama, sementara Ratu...membutuhkan waktu yang cukup lama untuk roll dan blow rambut! Lucunya, aku membawa hair dryer kecil, Ratu bawa hair dryer segede-gede bagong lengkap dengan roll rambut satu set dan gell rambutnya. Aku bawa satu set make up lengkap dengan cream wajah dan cream mata, Ratu bawa make up yang simple-simple saja. Pada dasarnya kami berdua sama-sama perempuan ribet tapi tipe ribetnya berbeda. Heheheee...Aku dan Dhanny uda kelar fotoan di balkon, Ratu belum kelar juga ternyata, akhirnya iseng aku foto Ratu dalam keadaan ribet dengan rambutnya.
Habis breakfast, kami masuk kelas. Tutor kami hari itu Bu Nanik. Seru euy, banyak gamesnya. Games yang bermanfaat!. Aku duduk dekat Pak Rudy dan Nonny. Pelajaran pertama adalah Personality Types, seru abis!!! Jam 10 dikasih waktu Coffee Break, dikasih waktu 15 menit. Jam 12:00 lunch (1 setengah jam waktunya). Habis lunch dan kalap nyoba aneka dessert, aku dan Ratu menghabiskan waktu fotoan di kolam, Dhanny ngorok di kamarnya. Gara-gara terlalu seru fotoan, telat masuk kelas. Untung ga dihukum push up, heheheeee...maaf ya Bu. Senangnya, jam 15:00 Coffee Break lagi, trus jam setengah enam sore selesai trainingnya.
Usai training, kami rame-rame jalan ke Brasco naik angkot. Kebayang donk angkot penuh dengan kita-kita aja, sempit-sempitan, tapi seru...senasib sepenanggungan. Murah euy, dua ribuan perorang. Dari Brasco, aku dan Ratu ke DSE, Ratu mau cari baju buat renang. Wah, badanku rasanya gatal-gatal udah pengen nyemplung.
Peserta renang malam itu adalah aku, Ratu, Nanna dan Indra. Berenangnya sih ga terlalu lama, tapi jacuzzinya donk, lama banget, enak sih...hangaaattt...Jam sepuluhan baru kelar, trus mandi di kamar masing-masing, seger banget...usai mandi, aku-Ratu-Dhanny-William sibuk ngoceh di balkon. Nggak lama Indra telpon, Ketut udah tidur katanya dan dirinya belom ngantuk. Setelah nelpon, gak lama ada yang ketok-ketok kamar, eh Indra dan Nanna, pengen gabungan juga di balkon kami. Tambah seru suasana malam itu.
Training hari kedua. Rutinitas pagi seperti biasa. Mandi, make up, blow rambut dan photoan! Kemudian breakfast dan masuk kelas...tutor hari ini adalah Bu Indrawati. Bu Indra lebih senang kuisioner dibanding games, kadang ngantuk juga. Beliau ngajar Stress Management dan Time Management. Jam 10 Coffee Break, 12 Lunch, 15:00 Coffee Break again, n' jam setengah 6 kelar kelasnya. Kali ini kami tak ada yang telat!
Sore harinya daku, Indra, Dhanny, Ratu, dan William melanglang naik angkot ke pasar Cipanas, cuman gara-gara cari peyeum! Papanya Dhanny titip peyeum, trus aku juga mendadak ingat kalau Rachmad (rekan CS kami yang paling bontot usianya) juga ada nyebut-nyebut peyeum (padahal mungkin maksudnya 'peyeumpuan', wkwkwkkk...) gitu...akhirnya ikutan nyari deh. Eh nggak nemu malah kalap beli cemilan!
Pulang hang out langsung dinner dan renang lagi! Sayang Nanna udah pulang duluan, jadinya renang bareng Indra, Ratu dan Dhanny aja deh. Kali ini renangnya cukup lama dan Jacuzzinya pun cukup lama. Kami menghabiskan waktu cukup lama bersama, secara besok udah perpisahan.
Usai renang dan mandi nih...para kelelawar keliaran lagi donk di luar kamar, rencananya mau maen billyar...tapi ga tau juga kenapa gak jadi...kalo daku sih pengen fotoan doank, ga gitu pengen mainnya. Ya udah, akhirnya balik dan ngobrol-ngobrol di hotel, ketemu ma Mba Emma dan Pak Rudi yang juga ternyata gak bisa tidur, mulai deh session foto-fotonya lagi. Rasanya gak relaaa banget mau masuk kamar. Di dalam kamar masih juga gak bisa tidur. Si Indra juga bolek-balik nelpon, nanyain apa kita ada telpon ke situ ngerjain dia. Aaah, bilang aja nggak rela mo pisahan Ndra...wkwkwkkkk...pizzz...Sejujurnya kita semua juga nggak rela kali mo pisah. Malam itu sepertinya semua pada update status nih.
30 Juni 2010
It's time to go home! Gak relaaaaaaaaaa!!! Habis breakfast, kami masih juga cari objek yang bagus buat latar fotoan. Rame-rame gini kapan lagi coba. Sekitar jam setengah 9 baru kami berangkat. Sengaja mau lewat tajur, maklum...ibu-ibu mau belanja...yuk yaaa...yuuukkk...agak pusing euy sepanjang perjalanan, mungkin karena duduknya sendiri-sendiri kali yaaa...secara, Ratu udah naruh tas ranselnya di kursi sebelahnya, trus porsi kursinya Dhanny kan memang dua (hihihiiii...pisss Dhan...),...ya sutrahlah...mungkin memang pada pengen sendiri-sendiri...William sendiri, Indra juga sendiri...jadinya kelompok kami mencar semua, sisanya pada berdua-dua. Hasilnya...daku pusing gak ada yang ngoceh di sebelah...heheheee...
Kami dimampirin ke tempat belanja oleh-oleh, daku sih ga belanja banyak di situ...kurang suka n' kebanyakan makanan tradisional gitu mah sudah ada di tempat manapun juga, di Bpn aja banyak jual sale, dodol, n' kripik-kripik gitu. Peyeum akhirnya nemu juga! Setelah itu, kami dimampirin ke terminal tas tajur! Wah, disini nih baru aku kalap belanjanya. Dua buah tas wanita (buatku dan mami), satu dompet wanita (buatku) dan satu dompet laki-laki (buat papa). Setelah itu balik ke Kodel.
Sampai di Kodel, aku mencoba hubungin Ovie, ternyata dirinya lagi di jalan n' bersama Naia., pacarnya. Heheheee...aku membawa dua kawanku serta, Indra dan Dhanny. Kebetulan jam keberangkatan kami sama. Sebelum diantar ke bandara, kami ke Taman Anggrek dulu. Seru banget ngelihat arena ice skating, pengen cobaaa...gregetan deh jadinya. Kemudian ingat titipannya si Enggo, topi pet katanya...xixixixiii...biar kayak Jering (konon gitu yang membuat adikku itu sangat menginginkan topi itu).
Setelah muter-muter mencari topi pet yang termurah, maklum...aku pikir buat apa beli topi begitu aja yang mahal-mahal...teteup, ga ada juga topi begitu yang murah...terpaksa beli di Zara...yang penting hatiku legalah...semua kebagian oleh-oleh...hehehehhh...
Dasar banci foto, di lift pun kami fotoan. Heheheee...kami sampai di bandara sekitar jam 5 kurang. Aku nitip Dhanny check in kan...jadi yang masuk check in si Dhanny dan Indra saja. Setelah itu kami makan di KFC. Setelah makan, Indra langsung pamitan sama kami. Soalnya kebetulan pesawatku dan Dhanny mengalami delay sampai jam 19:20 WIB, sedangkan Indra gak, gak jadi deh masuk ke gate bareng. Moment yang menyedihkan adalah 'Perpisahan'!
Pukul 19:00 WIB aku dan Dhanny masuk gate, kembali mengalami perpisahan...sama Ovie dan Nai. Belum reda sedih hatiku, peyeumku donk bunyi di dalam plastik waktu lewat laser. Hiks...akhirnya terpaksa ditinggal, untung cuman sekilo, dan untung punya Dhanny masuk bagasi. Ternyata peyeum tak boleh dibawa!
Detik demi detik...menit demi menit...tak ada tanda-tanda bakal berangkat. Dhanny udah sempat ke toilet, belum juga berangkat. Bahkan sempat lirik-lirikan ma cowok ganteng, belum juga ada panggilan naik pesawat...hahahaaa, apa hubungannya coba! Sampai lewat jam batas pengumuman delay tadi, Dhanny nanya kembali ke informasi, katanya kru-nya belum dateng, sampai akhirnya jam 8an baru diijinkan masuk ke dalam pesawat. Udah di dalem pesawat, masih belum juga diberangkatkan, berdasarkan informasi dari kru, katanya belum dapet ijin penerbangan. Gilaaa...nih pesawat lagi trouble atau pilotnya masih baru sampe gak diijinkan terbang. Terbangnya baru sekitar jam 21:00 WIB. Saat-saat seperti ini, jadi ngebayangin suasana di Novus Puncak. Rindu...
Pulang-pulang, sampai rumah jam 1 tengah malem. Besoknya tepar, gak masuk kantor...masuk angin...hari jumatnya masih ga enak badan, terpaksa masuk, kasian juga teman-teman, tapi hasilnya, sepanjang jam pelayanan aku ngerasa kedinginan dan perut kembung. Malemnya langsung meriang, tidur jam setengah 10 (tumben tidur cepat, heheee...kalo ga sakit ga bakal tidur jam segitu). Entah efek sakit fisik ato demam rindu nih...rindu Puncak...rindu Novus...rindu BII Novus Puncak....Puncak in Love...4 Hari 3 Malam...^_^
Kamis, Juni 24, 2010
Aku terbang lagi!
Setelah satu tahun tidak terbang, aku terbang lagi! Berawal dari SE kantor yang menunjukku untuk mengikuti training Effective Self Management, Effective People Management/Leadership, dan Effective Business Management di Puncak, yang berarti dalam waktu dekat ini aku akan terbang!
Kebetulan yang kali ini berangkat adalah aku dan Dhanny, rekan sekerjaku yang ditempatkan di capem Kebun Sayur, kebetulan juga Dhanny sedang cuti dan holiday di Yogya, maka janjianlah kami untuk berjumpa di bandar udara Soekarno-Hatta saja, kemudian baru berangkat bersama ke wisma kodel, tempat berkumpulnya peserta training dari seluruh Indonesia.
Harus persiapan lebih matang nih, pikirku. Kesempatan sebagus ini mana boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi nanti bakalan bisa sharing masalah-masalah yang masing-masing dari kami sering hadapi. Semakin dekat waktu keberangkatan, semakin berdebar jantungku. Fiuh, demi menenangkan hatiku, aku selalu bersorak sendiri 'Horeee, aku terbang lagi!'. Baca: Menjadi Garuda di dalam Garuda. Heheheee... (Tunggu kabarku selanjutnya yah?) ^_^
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Kebetulan yang kali ini berangkat adalah aku dan Dhanny, rekan sekerjaku yang ditempatkan di capem Kebun Sayur, kebetulan juga Dhanny sedang cuti dan holiday di Yogya, maka janjianlah kami untuk berjumpa di bandar udara Soekarno-Hatta saja, kemudian baru berangkat bersama ke wisma kodel, tempat berkumpulnya peserta training dari seluruh Indonesia.
Harus persiapan lebih matang nih, pikirku. Kesempatan sebagus ini mana boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi nanti bakalan bisa sharing masalah-masalah yang masing-masing dari kami sering hadapi. Semakin dekat waktu keberangkatan, semakin berdebar jantungku. Fiuh, demi menenangkan hatiku, aku selalu bersorak sendiri 'Horeee, aku terbang lagi!'. Baca: Menjadi Garuda di dalam Garuda. Heheheee... (Tunggu kabarku selanjutnya yah?) ^_^
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)



















