Kesan pertama saya ketika tiba di Biduk-biduk adalah sangat tenteram dan damai, ditemani dengan desiran ombak di Pantai, suara anak-anak kecil yang ramai bersenda gurau di pinggir Pantai, serta seorang bocah perempuan yang bahagia bernama Nella Aulia Febriana alias Nuy.
Ia adalah bocah kelas 6 SD yang selalu tersenyum. Ia anak bungsu dari tante Meril (suami saya) yaitu tante Niar. Kedatangan kami ke Biduk-biduk pun sebenarnya dalam keadaan duka karena pada hari itu, nenek kandung Meril meninggal dunia. Namun keindahan suasana pesisir membuat kami larut di dalamnya, kami seperti datang untuk berlibur.
Nuy adalah gadis yang ramah dan penurut. Ia yang ikut merawat nenek tercinta sampai nenek menghembuskan nafasnya yang terakhir. Betapa saya sangat terkesan dan sayang terhadap bocah ini, dan kedatangan kami seakan membuat dirinya bisa melupakan duka yang baru saja menimpanya.
Awal pertemuan kami, Nuy hanya menatap kami dari kejauhan bersama ponakan-ponakannya sambil tersenyum, kemudian kami menjadi sangat akrab ketika laut pasang dan kami (saya dan Meril) nekad menceburkan diri ke laut, Nuy bersama Aldy (sepupunya dan Meril juga) ikut gabung bersama kami. Di situ kami mulai akrab. Nuy dan Aldy selalu ikut kemana kami pergi.
Betapa suasana pesisir ini memberi kesan tersendiri dalam hidup saya. Sebuah tempat terpencil yang minim hiburan bisa menciptakan bocah-bocah bahagia yang juga bisa membahagiakan orang lain seperti para sepupu kecil baru saya ini. Mereka yang sangat bahagia, membuat saya dan suami ikut larut dalam kebahagiaan itu dan sejenak melupakan segala permasalahan dalam hidup saya.
Luapan perasaanku, yang tak dapat aku ungkapkan kepada siapapun, yang tak mampu terpuaskan dengan kata-kata, terkadang ada kata yang terlupa jika secara lisan, kutuangkan dalam bentuk tulisan. Walaupun siapapun bisa saja berkunjung di blog ini, namun semua yang kuungkapkan di sini adalah sebuah 'kejujuran', karena 'rasa' memang tak dapat berbohong.
Minggu, Februari 10, 2013
Minggu, Januari 13, 2013
120113 My Special Moment
Itu adalah tanggal dimana aku dan suami saling memperkenalkan pasangan kami masing-masing ke kalangan umum. Setelah tanggal kami sah sebagai suami - istri yaitu tanggal 07 Oktober 2012, kami baru mengadakan perayaan alias pesta pada tanggal 12 Januari 2013.
Itu bukan pesta termewah yang pernah ada, namun itu adalah pesta terindah dalam hidupku. Thanks to my husby for loving me and give me a greatest wedding party, I love you so much Pepi.



Selasa, Januari 01, 2013
Resepsi Pernikahanku (setelah tiga bulan yang lalu akad)
Setelah dua bulan menikah kami berdua baru mengadakan acara resepsi karena kami memiliki cerita sendiri. Ketika itu kami yang baru sebulan berkenalan kemudian sebulan menjalin hubungan kasih, kemudian mengejar sebuah tanggal baik untuk sebuah pernikahan (akad) yang disusun oleh keluarga suami, yaitu tanggal 07 Oktober 2012, dan jadilah pada tanggal tersebut kami sebagai suami-istri.
Dan untuk sebuah acara (resepsi) pernikahan, waktu satu bulan (setelah tanggal akad nikah) bukanlah waktu yang cukup untuk merancang suatu event sesempurna yang ada dalam pikiran kami. Ini adalah pernikahan pertama kami berdua, oleh karena itu kami memiliki konsep tersendiri. Dan akhirnya terbentuklah sebuah tanggal dimana dua minggu lagi kita semua akan menuju ke tanggal tersebut yaitu 12 Januari 2013.
Dan untuk sebuah acara (resepsi) pernikahan, waktu satu bulan (setelah tanggal akad nikah) bukanlah waktu yang cukup untuk merancang suatu event sesempurna yang ada dalam pikiran kami. Ini adalah pernikahan pertama kami berdua, oleh karena itu kami memiliki konsep tersendiri. Dan akhirnya terbentuklah sebuah tanggal dimana dua minggu lagi kita semua akan menuju ke tanggal tersebut yaitu 12 Januari 2013.
Ditunggu undangan dari kami yaaa teman-teman semua. #^___^#
Sabtu, November 24, 2012
"Kilo Eko Charly Eko Whisky Alfa"
Yup ...
Membaca judul di atas pasti sudah bisa ditebak apa yang aku rasakan saat ini. Yah, aku sedang K E C E W A, dan ... hari ini adalah hari pertamaku merasa sangat kecewa terhadap suamiku. Aku sedang merasa Unhappy.
Tapi tetap berpegang pada komitmen dengan suami kalau 'dapur pribadi' sebaiknya tidak dibeberkan ke orang banyak, ya aku memilih tidak menceritakan kisah lanjut tentang hari ini. Yang jelas, malam mingguku hari ini sangat menyedihkan. Hatiku sedang pilu.
Membaca judul di atas pasti sudah bisa ditebak apa yang aku rasakan saat ini. Yah, aku sedang K E C E W A, dan ... hari ini adalah hari pertamaku merasa sangat kecewa terhadap suamiku. Aku sedang merasa Unhappy.
Tapi tetap berpegang pada komitmen dengan suami kalau 'dapur pribadi' sebaiknya tidak dibeberkan ke orang banyak, ya aku memilih tidak menceritakan kisah lanjut tentang hari ini. Yang jelas, malam mingguku hari ini sangat menyedihkan. Hatiku sedang pilu.
Sabtu, November 17, 2012
Selingan sembari menunggu suami
Sungguh lagu yang bagus tapi menyayat hati. Setiap membaca deretan tulisanku sejak tahun 2009, diiringi dengan lagu Raisa yang berjudul 'Apalah arti menunggu' ini, membuatku lebih mendalami isi dari perjalanan hidupku selama 3 tahun belakangan ini yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Membuatku ingin terus membuka, membaca, dan mengutak-atik blog ini, ... walau aku sendiri tak tahu tujuanku sebenarnya, ... mau 'posting' tulisan namun belum ada bahan, mau desain 'template' baru belom ada ide, ... yah akhirnya aku hanya menikmati lagu ini berulang-ulang sambil membaca berulang-ulang kali tulisan-tulisanku beberapa bulan belakangan ini.
Setiap orang memiliki kisah yang menarik dalam hidup mereka, ... kisah itu menjadi tidak menarik ketika kita selalu menyesali semua yang telah terjadi, kisah itu menjadi sangat biasa ketika kita tak menyukuri perjalanan hidup yang telah ditakdirkan oleh yang Kuasa, bahkan kisah itu menjadi terbuang percuma karena kita tak pernah mencoba mencatat kejadian demi kejadian itu di selembar kertas atau memanfaatkan fasilitas blog yang tersedia melalui internet. Karena daya ingat manusia itu terbatas, kisah yang sangat menarik sekalipun bisa terlupakan dimakan jaman.
Sambil menunggu kepulangan suamiku adalah waktu yang tepat menulis beberapa kata yang dirangkai menjadi beberapa kalimat untuk sedikit memberikan tulisan kepada blog-ku ini, dan tepat sekali lagu Raisa mengiringi tulisanku lagi. Ahhh suamiku, jangan membuatku lelah menunggu. Sesibuk apapun kamu, sempatkan waktumu untukku. Buruan pulang ... nih lagu sungguh membuat hatiku kebat-kebit di malam minggu begini.
Setiap orang memiliki kisah yang menarik dalam hidup mereka, ... kisah itu menjadi tidak menarik ketika kita selalu menyesali semua yang telah terjadi, kisah itu menjadi sangat biasa ketika kita tak menyukuri perjalanan hidup yang telah ditakdirkan oleh yang Kuasa, bahkan kisah itu menjadi terbuang percuma karena kita tak pernah mencoba mencatat kejadian demi kejadian itu di selembar kertas atau memanfaatkan fasilitas blog yang tersedia melalui internet. Karena daya ingat manusia itu terbatas, kisah yang sangat menarik sekalipun bisa terlupakan dimakan jaman.
Sambil menunggu kepulangan suamiku adalah waktu yang tepat menulis beberapa kata yang dirangkai menjadi beberapa kalimat untuk sedikit memberikan tulisan kepada blog-ku ini, dan tepat sekali lagu Raisa mengiringi tulisanku lagi. Ahhh suamiku, jangan membuatku lelah menunggu. Sesibuk apapun kamu, sempatkan waktumu untukku. Buruan pulang ... nih lagu sungguh membuat hatiku kebat-kebit di malam minggu begini.
Minggu, November 11, 2012
JODOH
Jodoh itu serba tak terduga. Siapa orangnya, kapan datangnya, bagaimana ia datang, mengapa bisa dipertemukan, dan dimana bertemunya.
Seperti aku dan suamiku. Kami berdua ditakdirkan untuk bertemu, ... Dia adalah orangnya, dia adalah jodohku, seseorang yang bersedia menikah denganku dan aku adalah wanita yang bersedia dinikahi olehnya. Dia datang ketika aku baru mengalami putus cinta dengan yang sebelumnya, dia datang melalui 'tangan' orang ketiga yaitu seseorang yang dekat denganku dan juga dengannya yang memperkenalkan kami. Kami dipertemukan karena doi ingin bertemu denganku dan akupun setuju untuk dipertemukan dengannya.
Kami bertemu pertama kali sesungguhnya ketika ia buka rekening di counterku, dan berawal dari salam-salam yang disampaikan oleh kawanku itu, kemudian sempat terhenti sesaat ketika aku menjalin kasih dengan teman SMAku, dan dimulai lagi ketika aku putus cinta, kami bertemu kembali karena kawanku dan suaminya membawa doi menjemputku di rumah untuk bersama-sama berkaraoke ria di Inul Vista.
Aku dan suamiku hanya butuh waktu satu bulan untuk memastikan bahwa kami adalah pasangan yang klop dalam segi apapun. Kami berkenalan secara langsung pada tanggal 08 September 2012, kemudian tanggal 06 Oktober 2012 menjalin kasih, dan tanggal 07 November 2012 kami resmi menjadi suami-istri.
Jodoh adalah takdir dari Allah SWT, ... jika ia memang jodohku, selalu ada jalan untuk bertemu, namun jika bukan sampai kapanpun kami tak akan bisa bertemu, ... mungkin aku masih dengan yang sebelumnya dan dia juga masih dengan yang terdahulu.
Aku sangat menyukai TAKDIR ini, dan ... Aku sangat mencintai JODOH ini. #^___^#
Seperti aku dan suamiku. Kami berdua ditakdirkan untuk bertemu, ... Dia adalah orangnya, dia adalah jodohku, seseorang yang bersedia menikah denganku dan aku adalah wanita yang bersedia dinikahi olehnya. Dia datang ketika aku baru mengalami putus cinta dengan yang sebelumnya, dia datang melalui 'tangan' orang ketiga yaitu seseorang yang dekat denganku dan juga dengannya yang memperkenalkan kami. Kami dipertemukan karena doi ingin bertemu denganku dan akupun setuju untuk dipertemukan dengannya.
Kami bertemu pertama kali sesungguhnya ketika ia buka rekening di counterku, dan berawal dari salam-salam yang disampaikan oleh kawanku itu, kemudian sempat terhenti sesaat ketika aku menjalin kasih dengan teman SMAku, dan dimulai lagi ketika aku putus cinta, kami bertemu kembali karena kawanku dan suaminya membawa doi menjemputku di rumah untuk bersama-sama berkaraoke ria di Inul Vista.
Aku dan suamiku hanya butuh waktu satu bulan untuk memastikan bahwa kami adalah pasangan yang klop dalam segi apapun. Kami berkenalan secara langsung pada tanggal 08 September 2012, kemudian tanggal 06 Oktober 2012 menjalin kasih, dan tanggal 07 November 2012 kami resmi menjadi suami-istri.
Jodoh adalah takdir dari Allah SWT, ... jika ia memang jodohku, selalu ada jalan untuk bertemu, namun jika bukan sampai kapanpun kami tak akan bisa bertemu, ... mungkin aku masih dengan yang sebelumnya dan dia juga masih dengan yang terdahulu.
Aku sangat menyukai TAKDIR ini, dan ... Aku sangat mencintai JODOH ini. #^___^#
Jumat, November 09, 2012
Istri bagi Suamiku
Hari ini pertama kalinya aku menyentuh blog ini dengan 'status baru'. Agak sukar untuk memulai tulisan ini. Apalagi mengingat aku mengisi kekosongan blog-ku saat ini di warnet milik suamiku. Jadi sambil mengetik, mata sibuk plarak-plirik khawatir saat doi tiba-tiba menghampiri dan melihat saat aku sedang menulis blog yang isinya kali ini bukan tentang aku pribadi, melainkan juga tentang dia. Yah, aku sudah tak sendiri lagi. Tanggal 7 November 2012, aku resmi menjadi seorang istri bagi suamiku.
Lagu Raissa (Apalah arti menunggu) yang mewarnai blog-ku beberapa bulan belakangan ini, ingin aku ganti dengan lagu yang lebih mencerminkan mengenai aku dan dia, karena memang lagu ini terlalu sendu untuk mengiringi kebahagiaan yang sedang aku rasakan. Walaupun kebahagiaan yang sedang kurasakan kini tidak dirasakan pula oleh sahabatku dan juga sahabat doi yang dulunya sangat menginginkan kami bersatu. Karena sahabatku itu kerapkali merasa aku berubah setelah mendapatkan doi. Belum lagi permasalahan kompetisi di kantor yang membuat kami semakin jauh. Ah seandainya saja ia tahu, aku akan lebih memilih untuk memiliki suatu keluarga utuh dengan suami yang menyayangiku dan anak-anak yang meramaikan hari-hariku daripada aku harus mengejar kesuksesan karir yang tidak akan ada habisnya.
Sempat berpikir untuk menjauhi suamiku itu demi kepuasan hati sahabatku yang tampaknya sangat menyesal telah mempersatukan kami sehingga selalu mengatakan hal-hal buruk tentangku di statusnya. Walaupun tidak secara langsung, namun aku bisa merasakan karena setiap aku menulis status yang berisi tentang kebahagiaanku bersama pasanganku saat ini, statusnya juga selalu muncul dan selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh wanita secantik dirinya. Namun aku tak bisa mengingkari hatiku, ... aku suka, aku cinta, aku mau, maka ... aku tak akan pernah sanggup menyiksa hatiku untuk menjauhinya.
Takdir Allah, apapun bentuknya, harus aku terima dengan lapang dada. Walau image-ku rusak di mata sahabatku sendiri yang hari-hari aku temui dengan kebencian di matanya, walaupun aku harus menemukan pria yang aku cintai melalui tangannya sehingga ia merasa berhak sepenuhnya untuk mencaci diriku, aku terima. Akan aku jalani ini seumur hidupku. Aku tak akan pernah menganggap bahwa ini karma bagiku sesuai yang ia pernah lontarkan di statusnya. Tak pernah ada karma yang berakhir begitu indah. Tak kenal maka tak sayang. Aku memang sempat tak mau untuk dijodohkan dengan suamiku, dulu, namun apa daya, kekuatan cinta memang jauh lebih ampuh dari apapun, dan ternyata setelah mengenalnya aku jatuh cinta. Ia suamiku sekarang, dan aku tak akan pernah meninggalkannya untuk alasan apapun. Jika ini memang karma bagiku, terima kasih atas karma yang begitu indah ini ya Allah. Aku adalah Istri bagi Suamiku, Meril alfonso.
Lagu Raissa (Apalah arti menunggu) yang mewarnai blog-ku beberapa bulan belakangan ini, ingin aku ganti dengan lagu yang lebih mencerminkan mengenai aku dan dia, karena memang lagu ini terlalu sendu untuk mengiringi kebahagiaan yang sedang aku rasakan. Walaupun kebahagiaan yang sedang kurasakan kini tidak dirasakan pula oleh sahabatku dan juga sahabat doi yang dulunya sangat menginginkan kami bersatu. Karena sahabatku itu kerapkali merasa aku berubah setelah mendapatkan doi. Belum lagi permasalahan kompetisi di kantor yang membuat kami semakin jauh. Ah seandainya saja ia tahu, aku akan lebih memilih untuk memiliki suatu keluarga utuh dengan suami yang menyayangiku dan anak-anak yang meramaikan hari-hariku daripada aku harus mengejar kesuksesan karir yang tidak akan ada habisnya.
Sempat berpikir untuk menjauhi suamiku itu demi kepuasan hati sahabatku yang tampaknya sangat menyesal telah mempersatukan kami sehingga selalu mengatakan hal-hal buruk tentangku di statusnya. Walaupun tidak secara langsung, namun aku bisa merasakan karena setiap aku menulis status yang berisi tentang kebahagiaanku bersama pasanganku saat ini, statusnya juga selalu muncul dan selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh wanita secantik dirinya. Namun aku tak bisa mengingkari hatiku, ... aku suka, aku cinta, aku mau, maka ... aku tak akan pernah sanggup menyiksa hatiku untuk menjauhinya.
Takdir Allah, apapun bentuknya, harus aku terima dengan lapang dada. Walau image-ku rusak di mata sahabatku sendiri yang hari-hari aku temui dengan kebencian di matanya, walaupun aku harus menemukan pria yang aku cintai melalui tangannya sehingga ia merasa berhak sepenuhnya untuk mencaci diriku, aku terima. Akan aku jalani ini seumur hidupku. Aku tak akan pernah menganggap bahwa ini karma bagiku sesuai yang ia pernah lontarkan di statusnya. Tak pernah ada karma yang berakhir begitu indah. Tak kenal maka tak sayang. Aku memang sempat tak mau untuk dijodohkan dengan suamiku, dulu, namun apa daya, kekuatan cinta memang jauh lebih ampuh dari apapun, dan ternyata setelah mengenalnya aku jatuh cinta. Ia suamiku sekarang, dan aku tak akan pernah meninggalkannya untuk alasan apapun. Jika ini memang karma bagiku, terima kasih atas karma yang begitu indah ini ya Allah. Aku adalah Istri bagi Suamiku, Meril alfonso.
Kamis, September 27, 2012
Muhammad Sachio Kaulika
Ini nih yang menjadi kesayanganku hampir 3 bulan belakangan ini ... Kenapa aku bilang 'hampir' yaitu karena tanggal 28 besok usianya barulah 3 bulan. Namanya Muhammad Sachio Kaulika, dan panggilannya adalah Sinyo.
Beberapa teman bertanya mengenai anak ini melalui akun facebook-ku karena aku khusus membuat album tentangnya berjudul 'My Baby Bala-bala'. Dipikir mereka Sinyo adalah anak kandungku. Wong merit aja belum gimana bisa punya baby. Ya bisa saja sih itu terjadi tapi yang jelas aku ingin punya baby setelah aku merit, bukan sebelumnya.
Aku memang sayang sama Sinyo seperti kepada anak kandungku sendiri. Sayangnya, Sinyo memiliki papa dan mama sendiri yaitu adik dan adik iparku. Ini mungkin sedikit menjawab ketidak-percayaan kawan-kawanku karena menganggap aku mendustai anak sendiri, ˆ⌣ˆ ƗƚɑƗƚɑƗƚɑƗƚɑ
Best Regard,
Tang Annisa Inocentia Husna, SST.Par
Beberapa teman bertanya mengenai anak ini melalui akun facebook-ku karena aku khusus membuat album tentangnya berjudul 'My Baby Bala-bala'. Dipikir mereka Sinyo adalah anak kandungku. Wong merit aja belum gimana bisa punya baby. Ya bisa saja sih itu terjadi tapi yang jelas aku ingin punya baby setelah aku merit, bukan sebelumnya.
Aku memang sayang sama Sinyo seperti kepada anak kandungku sendiri. Sayangnya, Sinyo memiliki papa dan mama sendiri yaitu adik dan adik iparku. Ini mungkin sedikit menjawab ketidak-percayaan kawan-kawanku karena menganggap aku mendustai anak sendiri, ˆ⌣ˆ ƗƚɑƗƚɑƗƚɑƗƚɑ
Best Regard,
Tang Annisa Inocentia Husna, SST.Par
Rabu, September 19, 2012
Lebih baik tak pernah mengenalmu ...
Akhir-akhir ini seseorang menyita sebagian besar perhatianku. Berawal dari salam yang disampaikan oleh seorang kawan mengenai kamu yang katanya terobsesi padaku, walau awalnya aku yang sedang patah hati juga tak begitu berkenan untuk membiarkan pria asing memasuki kehidupanku sehingga aku sempat memberi harapan kepada seseorang yang kebetulan masih keluarga yang memang menunjukan perhatian yang lebih padaku, begitupun perasaan berdosaku yang teramat dalam karena aku tidak bisa mencintai sahabatku yang kutau jelas menyukaiku sejak lama dan sudah sangat jelasnya kalau ia pria baik-baik dari keluarga baik-baik.
Entah angin apa yang membuatku setuju dengan ide kawanku agar mempertemukan aku dan kamu. Saat kita bertemu lagi, aku surprise karena kamu tidak seperti orang pendiam yang aku temui setahun yang lalu di meja counterku di kantor. Dan gaya kamu bertutur, cara kamu berbicara mengingatkanku pada kakak panitia ospekku beberapa tahun yang lalu yang sempat menjadi kekasihku selama 2 tahun lebih. Aku meninggalkannya karena aku sadar hubungan kami tidak berarah karena beda keyakinan. Itu kebodohanku yang pertama, setelah dua tahun baru menyadari kalau hubungan kami salah.
Kembali tentang kamu. Aku suka ketika kamu berbicara, kamu tersenyum, kamu tertawa, kamu melirik, dan ketika kamu menatapku. Kata kawanku itu aku telah jatuh cinta padamu. Apa secepat ini aku telah jatuh cinta? Walau aku tahu masa lalumu tidak begitu baik. Walau aku tahu semua kenakalan remaja pernah kamu lakukan kecuali narkoba, ... semua kecuali narkoba. Hmmm ...
Apa kali ini aku tak akan 'sakit' lagi? Aku terlalu takut untuk menyimpan harapan yang begitu besar terhadapmu. Apa kamu memang benar berbeda dengan pria-pria sebelumnya? Pria cinta monyetku dulu, priaku yang mencintaiku namun berbeda keyakinan, priaku yang selalu ada untukku namun playboy, ataukah priaku yang mencintaiku dengan egois. Aku tak pernah mencintai seseorang dengan tidak bersungguh-sungguh. Ketakutan terbesarku adalah setelah aku benar-benar jatuh cinta padamu, kamu malah pergi meninggalkanku dan kembali kepada masa lalumu. Atau kemudian kamu sadar bahwa cinta yang kamu tujukan padaku hanyalah cinta sesaat saja. Aku lebih baik tidak pernah mengenalmu daripada aku dipaksa untuk bisa melupakanmu.
Entah angin apa yang membuatku setuju dengan ide kawanku agar mempertemukan aku dan kamu. Saat kita bertemu lagi, aku surprise karena kamu tidak seperti orang pendiam yang aku temui setahun yang lalu di meja counterku di kantor. Dan gaya kamu bertutur, cara kamu berbicara mengingatkanku pada kakak panitia ospekku beberapa tahun yang lalu yang sempat menjadi kekasihku selama 2 tahun lebih. Aku meninggalkannya karena aku sadar hubungan kami tidak berarah karena beda keyakinan. Itu kebodohanku yang pertama, setelah dua tahun baru menyadari kalau hubungan kami salah.
Kembali tentang kamu. Aku suka ketika kamu berbicara, kamu tersenyum, kamu tertawa, kamu melirik, dan ketika kamu menatapku. Kata kawanku itu aku telah jatuh cinta padamu. Apa secepat ini aku telah jatuh cinta? Walau aku tahu masa lalumu tidak begitu baik. Walau aku tahu semua kenakalan remaja pernah kamu lakukan kecuali narkoba, ... semua kecuali narkoba. Hmmm ...
Apa kali ini aku tak akan 'sakit' lagi? Aku terlalu takut untuk menyimpan harapan yang begitu besar terhadapmu. Apa kamu memang benar berbeda dengan pria-pria sebelumnya? Pria cinta monyetku dulu, priaku yang mencintaiku namun berbeda keyakinan, priaku yang selalu ada untukku namun playboy, ataukah priaku yang mencintaiku dengan egois. Aku tak pernah mencintai seseorang dengan tidak bersungguh-sungguh. Ketakutan terbesarku adalah setelah aku benar-benar jatuh cinta padamu, kamu malah pergi meninggalkanku dan kembali kepada masa lalumu. Atau kemudian kamu sadar bahwa cinta yang kamu tujukan padaku hanyalah cinta sesaat saja. Aku lebih baik tidak pernah mengenalmu daripada aku dipaksa untuk bisa melupakanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)





















