Selasa, Januari 01, 2013

Resepsi Pernikahanku (setelah tiga bulan yang lalu akad)

Setelah dua bulan menikah kami berdua baru mengadakan acara resepsi karena kami memiliki cerita sendiri. Ketika itu kami yang baru sebulan berkenalan kemudian sebulan menjalin hubungan kasih, kemudian mengejar sebuah tanggal baik untuk sebuah pernikahan (akad) yang disusun oleh keluarga suami, yaitu tanggal 07 Oktober 2012, dan jadilah pada tanggal tersebut kami sebagai suami-istri.

Dan untuk sebuah acara (resepsi) pernikahan, waktu satu bulan (setelah tanggal akad nikah) bukanlah waktu yang cukup untuk merancang suatu event sesempurna yang ada dalam pikiran kami. Ini adalah pernikahan pertama kami berdua, oleh karena itu kami memiliki konsep tersendiri. Dan akhirnya terbentuklah sebuah tanggal dimana dua minggu lagi kita semua akan menuju ke tanggal tersebut yaitu 12 Januari 2013.


Ditunggu undangan dari kami yaaa teman-teman semua. #^___^#


Sabtu, November 24, 2012

"Kilo Eko Charly Eko Whisky Alfa"

Yup ...

Membaca judul di atas pasti sudah bisa ditebak apa yang aku rasakan saat ini. Yah, aku sedang K E C E W A, dan ... hari ini adalah hari pertamaku merasa sangat kecewa terhadap suamiku. Aku sedang merasa Unhappy.

Tapi tetap berpegang pada komitmen dengan suami kalau 'dapur pribadi' sebaiknya tidak dibeberkan ke orang banyak, ya aku memilih tidak menceritakan kisah lanjut tentang hari ini. Yang jelas, malam mingguku hari ini sangat menyedihkan. Hatiku sedang pilu.

Sabtu, November 17, 2012

Selingan sembari menunggu suami

Sungguh lagu yang bagus tapi menyayat hati. Setiap membaca deretan tulisanku sejak tahun 2009, diiringi dengan lagu Raisa yang berjudul 'Apalah arti menunggu' ini, membuatku lebih mendalami isi dari perjalanan hidupku selama 3 tahun belakangan ini yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Membuatku ingin terus membuka, membaca, dan mengutak-atik blog ini, ... walau aku sendiri tak tahu tujuanku sebenarnya, ... mau 'posting' tulisan namun belum ada bahan, mau desain 'template' baru belom ada ide, ... yah akhirnya aku hanya menikmati lagu ini berulang-ulang sambil membaca berulang-ulang kali tulisan-tulisanku beberapa bulan belakangan ini.

Setiap orang memiliki kisah yang menarik dalam hidup mereka, ... kisah itu menjadi tidak menarik ketika kita selalu menyesali semua yang telah terjadi, kisah itu menjadi sangat biasa ketika kita tak menyukuri perjalanan hidup yang telah ditakdirkan oleh yang Kuasa, bahkan kisah itu menjadi terbuang percuma karena kita tak pernah mencoba mencatat kejadian demi kejadian itu di selembar kertas atau memanfaatkan fasilitas blog yang tersedia melalui internet. Karena daya ingat manusia itu terbatas, kisah yang sangat menarik sekalipun bisa terlupakan dimakan jaman.

Sambil menunggu kepulangan suamiku adalah waktu yang tepat menulis beberapa kata yang dirangkai menjadi beberapa kalimat untuk sedikit memberikan tulisan kepada blog-ku ini, dan tepat sekali lagu Raisa mengiringi tulisanku lagi. Ahhh suamiku, jangan membuatku lelah menunggu. Sesibuk apapun kamu, sempatkan waktumu untukku. Buruan pulang ... nih lagu sungguh membuat hatiku kebat-kebit di malam minggu begini.



Minggu, November 11, 2012

JODOH

Jodoh itu serba tak terduga. Siapa orangnya, kapan datangnya, bagaimana ia datang, mengapa bisa dipertemukan, dan dimana bertemunya.

Seperti aku dan suamiku. Kami berdua ditakdirkan untuk bertemu, ... Dia adalah orangnya, dia adalah jodohku, seseorang yang bersedia menikah denganku dan aku adalah wanita yang bersedia dinikahi olehnya. Dia datang ketika aku baru mengalami putus cinta dengan yang sebelumnya, dia datang melalui 'tangan' orang ketiga yaitu seseorang yang dekat denganku dan juga dengannya yang memperkenalkan kami. Kami dipertemukan karena doi ingin bertemu denganku dan akupun setuju untuk dipertemukan dengannya.

Kami bertemu pertama kali sesungguhnya ketika ia buka rekening di counterku, dan berawal dari salam-salam yang disampaikan oleh kawanku itu, kemudian sempat terhenti sesaat ketika aku menjalin kasih dengan teman SMAku, dan dimulai lagi ketika aku putus cinta, kami bertemu kembali karena kawanku dan suaminya membawa doi menjemputku di rumah untuk bersama-sama berkaraoke ria di Inul Vista.

Aku dan suamiku hanya butuh waktu satu bulan untuk memastikan bahwa kami adalah pasangan yang klop dalam segi apapun. Kami berkenalan secara langsung pada tanggal 08 September 2012, kemudian tanggal 06 Oktober 2012 menjalin kasih, dan tanggal 07 November 2012 kami resmi menjadi suami-istri.

Jodoh adalah takdir dari Allah SWT, ... jika ia memang jodohku, selalu ada jalan untuk bertemu, namun jika bukan sampai kapanpun kami tak akan bisa bertemu, ... mungkin aku masih dengan yang sebelumnya dan dia juga masih dengan yang terdahulu.

Aku sangat menyukai TAKDIR ini, dan ... Aku sangat mencintai JODOH ini. #^___^#





Jumat, November 09, 2012

Istri bagi Suamiku

Hari ini pertama kalinya aku menyentuh blog ini dengan 'status baru'. Agak sukar untuk memulai tulisan ini. Apalagi mengingat aku mengisi kekosongan blog-ku saat ini di warnet milik suamiku. Jadi sambil mengetik, mata sibuk plarak-plirik khawatir saat doi tiba-tiba menghampiri dan melihat saat aku sedang menulis blog yang isinya kali ini bukan tentang aku pribadi, melainkan juga tentang dia. Yah, aku sudah tak sendiri lagi. Tanggal 7 November 2012, aku resmi menjadi seorang istri bagi suamiku.

Lagu Raissa (Apalah arti menunggu) yang mewarnai blog-ku beberapa bulan belakangan ini, ingin aku ganti dengan lagu yang lebih mencerminkan mengenai aku dan dia, karena memang lagu ini terlalu sendu untuk mengiringi kebahagiaan yang sedang aku rasakan. Walaupun kebahagiaan yang sedang kurasakan kini tidak dirasakan pula oleh sahabatku dan juga sahabat doi yang dulunya sangat menginginkan kami bersatu. Karena sahabatku itu kerapkali merasa aku berubah setelah mendapatkan doi. Belum lagi permasalahan kompetisi di kantor yang membuat kami semakin jauh. Ah seandainya saja ia tahu, aku akan lebih memilih untuk memiliki suatu keluarga utuh dengan suami yang menyayangiku dan anak-anak yang meramaikan hari-hariku daripada aku harus mengejar kesuksesan karir yang tidak akan ada habisnya.

Sempat berpikir untuk menjauhi suamiku itu demi kepuasan hati sahabatku yang tampaknya sangat menyesal telah mempersatukan kami sehingga selalu mengatakan hal-hal buruk tentangku di statusnya. Walaupun tidak secara langsung, namun aku bisa merasakan karena setiap aku menulis status yang berisi tentang kebahagiaanku bersama pasanganku saat ini, statusnya juga selalu muncul dan selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh wanita secantik dirinya. Namun aku tak bisa mengingkari hatiku, ... aku suka, aku cinta, aku mau, maka ... aku tak akan pernah sanggup menyiksa hatiku untuk menjauhinya.

Takdir Allah, apapun bentuknya, harus aku terima dengan lapang dada. Walau image-ku rusak di mata sahabatku sendiri yang hari-hari aku temui dengan kebencian di matanya, walaupun aku harus menemukan pria yang aku cintai melalui tangannya sehingga ia merasa berhak sepenuhnya untuk mencaci diriku, aku terima. Akan aku jalani ini seumur hidupku. Aku tak akan pernah menganggap bahwa ini karma bagiku sesuai yang ia pernah lontarkan di statusnya. Tak pernah ada karma yang berakhir begitu indah. Tak kenal maka tak sayang. Aku memang sempat tak mau untuk dijodohkan dengan suamiku, dulu, namun apa daya, kekuatan cinta memang jauh lebih ampuh dari apapun, dan ternyata setelah mengenalnya aku jatuh cinta. Ia suamiku sekarang, dan aku tak akan pernah meninggalkannya untuk alasan apapun. Jika ini memang karma bagiku, terima kasih atas karma yang begitu indah ini ya Allah. Aku adalah Istri bagi Suamiku, Meril alfonso.

Kamis, September 27, 2012

Muhammad Sachio Kaulika

Ini nih yang menjadi kesayanganku hampir 3 bulan belakangan ini ... Kenapa aku bilang 'hampir' yaitu karena tanggal 28 besok usianya barulah 3 bulan. Namanya Muhammad Sachio Kaulika, dan panggilannya adalah Sinyo.

Beberapa teman bertanya mengenai anak ini melalui akun facebook-ku karena aku khusus membuat album tentangnya berjudul 'My Baby Bala-bala'. Dipikir mereka Sinyo adalah anak kandungku. Wong merit aja belum gimana bisa punya baby. Ya bisa saja sih itu terjadi tapi yang jelas aku ingin punya baby setelah aku merit, bukan sebelumnya.

Aku memang sayang sama Sinyo seperti kepada anak kandungku sendiri. Sayangnya, Sinyo memiliki papa dan mama sendiri yaitu adik dan adik iparku. Ini mungkin sedikit menjawab ketidak-percayaan kawan-kawanku karena menganggap aku mendustai anak sendiri, ˆ⌣ˆ ƗƚɑƗƚɑƗƚɑƗƚɑ


Best Regard,
Tang Annisa Inocentia Husna, SST.Par

Rabu, September 19, 2012

Lebih baik tak pernah mengenalmu ...

Akhir-akhir ini seseorang menyita sebagian besar perhatianku. Berawal dari salam yang disampaikan oleh seorang kawan mengenai kamu yang katanya terobsesi padaku, walau awalnya aku yang sedang patah hati juga tak begitu berkenan untuk membiarkan pria asing memasuki kehidupanku sehingga aku sempat memberi harapan kepada seseorang yang kebetulan masih keluarga yang memang menunjukan perhatian yang lebih padaku, begitupun perasaan berdosaku yang teramat dalam karena aku tidak bisa mencintai sahabatku yang kutau jelas menyukaiku sejak lama dan sudah sangat jelasnya kalau ia pria baik-baik dari keluarga baik-baik.

Entah angin apa yang membuatku setuju dengan ide kawanku agar mempertemukan aku dan kamu. Saat kita bertemu lagi, aku surprise karena kamu tidak seperti orang pendiam yang aku temui setahun yang lalu di meja counterku di kantor. Dan gaya kamu bertutur, cara kamu berbicara mengingatkanku pada kakak panitia ospekku beberapa tahun yang lalu yang sempat menjadi kekasihku selama 2 tahun lebih. Aku meninggalkannya karena aku sadar hubungan kami tidak berarah karena beda keyakinan. Itu kebodohanku yang pertama, setelah dua tahun baru menyadari kalau hubungan kami salah.

Kembali tentang kamu. Aku suka ketika kamu berbicara, kamu tersenyum, kamu tertawa, kamu melirik, dan ketika kamu menatapku. Kata kawanku itu aku telah jatuh cinta padamu. Apa secepat ini aku telah jatuh cinta? Walau aku tahu masa lalumu tidak begitu baik. Walau aku tahu semua kenakalan remaja pernah kamu lakukan kecuali narkoba, ... semua kecuali narkoba. Hmmm ...

Apa kali ini aku tak akan 'sakit' lagi? Aku terlalu takut untuk menyimpan harapan yang begitu besar terhadapmu. Apa kamu memang benar berbeda dengan pria-pria sebelumnya? Pria cinta monyetku dulu, priaku yang mencintaiku namun berbeda keyakinan, priaku yang selalu ada untukku namun playboy, ataukah priaku yang mencintaiku dengan egois. Aku tak pernah mencintai seseorang dengan tidak bersungguh-sungguh. Ketakutan terbesarku adalah setelah aku benar-benar jatuh cinta padamu, kamu malah pergi meninggalkanku dan kembali kepada masa lalumu. Atau kemudian kamu sadar bahwa cinta yang kamu tujukan padaku hanyalah cinta sesaat saja. Aku lebih baik tidak pernah mengenalmu daripada aku dipaksa untuk bisa melupakanmu.

Jumat, Agustus 24, 2012

11 tahun yang lalu 11 tahun kemudian pada tanggal 11, kemudian berlanjut 11 bulan lewat 11 hari

Membaca judul di atas tidak langsung membuat kalian semua ('pembaca') mengerti makna dibaliknya. Di sini saya akan menceritakan sebuah kisah silam, ... 11 tahun yang lalu dimana para remaja berpakaian putih abu-abu melintas koridor sekolah, bersenda-gurau bersama rekan-rekannya, menyapa para guru sekolahnya, kemudian memasuki sebuah kelas di lantai paling bawah, 2D, saya yang sebelumnya selalu berada di kelas A sejak kelas 1 mendadak turun drastis ke kelas D pada cawu ketiga di kelas 2, bersama kawan-kawan terdekat saya pada saat itu yaitu Icha (alm) dan Yuli. Di kelas itu ada seorang pria yang 11 tahun kemudian menjadi kekasih saya.

Pertemuan singkat yang membuat kami saling jatuh hati. Hubungan berjalan lancar walau kami terpisahkan laut dan udara. Dia berada di Jogja dan saya di Balikpapan. Sempat berkumpul bersama (selama pacaran) hanya 2 kali yaitu ketika saya gathering ke Jogja dan dia liburan ke kampung halamannya yang juga kampung halaman saya yaitu Balikpapan.

Seiring berjalannya waktu hubungan kami semakin hambar. Dia yang tadinya selalu menanyakan kabar saya mendadak seperti jenuh, dan saya pun menjadi orang yang tidak sabaran karena kecemburuannya yang menyesakkan tanpa pernah mengijinkan saya juga cemburu padanya. Hanya 6 bulan pertama kami merasakan manisnya cinta, selebihnya hanya ada pertengkaran dan keributan saja.

Puncak dari permasalahan ini adalah pada tanggal 22 Agustus 2012, kami berdua resmi menyatakan bahwa kami putus hubungan, dan itu berarti hubungan kami hanya berjalan 11 bulan lewat 11 hari. Saya tak mengerti angka 11 ini membawa kegembiraan atau malah kepedihan bagi saya, yang saya tahu adalah angka ini membawa cerita tersendiri bagi hidup saya.

Rabu, Agustus 22, 2012

Berakhirnya hubungan singkat

Akhirnya hubungan kami benar-benar berakhir setelah 11 bulan kami menjalaninya dengan segala omong-kosong tentang pernikahan. Hal sepele yang sebenarnya tidak perlu terjadi menyulut pertengkaran hingga tak tahan kukeluarkan ultimatum mengenai putusnya hubungan kami dan tidak percayanya dia bahwa aku benar-benar mengharapkan berpisah dengannya membuatku langsung men-delete kontak BBMnya dari BBku, walau terkadang sikap tidak tahu dirinya masih terus mengirimkan SMS pernyataan sayang seperti jelangkung (datang tak diundang pulang tak diantar).

Pria seperti dia hanya menganggap wanita adalah orang yang lemah yang tidak dapat mengambil keputusan tegas. Secinta apapun aku dengan seorang pria, aku tidak akan membiarkan harga diriku tercabik-cabik dengan kata-kata kasar dan sikap kasar dari seorang pria. Hatiku bulat untuk putus dengannya. Aku memberinya kesempatan untuk mengejarku, tapi bahkan nomor PIN BBku pun tidak disimpannya dan tidak ada usaha untuk bertanya kepada teman-teman lain yang mengetahui PIN BBku, alasannya adalah karena ia tidak mau banyak orang yang bertanya tentang hubungan kami karena pacarku sendiri tidak tahu nomor PINku. Ya itu deritamu, dalam hatiku. Pria yang benar-benar menyayangiku akan rela mengorbankan harga dirinya demi aku. Akan rela bersusah payah demi mendapatkan cintaku kembali karena jujur, cintaku sudah luntur padanya. Sudah tak tersisa rasa cinta sedikitpun. Yang ada hanya kebencian yang mendalam di dasar hatiku yang kutujukan padanya.

Aku memiliki impian untuk mendapatkan seorang pria yang tulus mencintaiku, meletakkanku pada tingkatan yang paling tinggi di dunia saja (kalau di dunia akhirat tentu saja hanya Allah SWT yang tertinggi), mengistimewakan keberadaanku, bukan hanya bersyukur melainkan sangat bersyukur karena aku ada untuknya, tidak melecehkanku, tidak meninggalkanku karena teman-temannya, tidak membela teman-temannya daripada aku. Aku tidak bohong kalau mengatakan kepadanya aku lebih baik tidak menikah seumur hidup daripada harus terikat dengan pria jahat seperti dirinya. Buat apa menikah hanya untuk direndahkan. Demi status menjadi istri kok rela direndahkan, rela disiksa, ... itu hal yang bodoh dan konyol menurutku! Kecuali ada seorang pria baik-baik yang sayang denganku dan keluargaku, barulah aku rela menjalani pernikahan dengannya. Dan dia sudah 'mengaminin' permintaanku itu, berarti dia mendoakanku agar menemukan pria yang baik. Sadar juga kalau dia bukan pria baik-baik.

Bukan materialistis, demi kawan-kawannya dia rela mengeluarkan uang berapapun, kalau demi aku bahkan ditagih untuk sebuah kado pun harus susah payah. Apa ada yang pantas dipertahankan dari dirinya? Hanya karena dia Haji dan sedang menjalani pendidikan S2 sama sekali tidak ngefek buat aku. kecuali ada perubahan yang drastis dari dirinya untuk bersikap kepada diriku. Aku adalah seorang wanita yang walau tidak cantik, tapi berparas lumayanlah, tinggi badan pas untuk ukuran seorang wanita, bentuk tubuh walau tidak proporsional namun aku memiliki lekak-lekuk seorang wanita dan berat badan sama tinggi badan pun lumayan sebanding, dan yang paling penting adalah walau aku belum berpendidikan S2 namun aku adalah lulusan S1 dengan nilai B di kampus negeri akreditas B dan yang terpenting aku adalah wanita pekerja (aku pegawai tetap di sebuah bank swasta). Sedangkan dia belum lulus kuliah S2 dan di usia yang sama denganku belum memiliki pekerjaan tetap. Jadi yang pantas untuk dipertahankan itu aku atau dia? Aku ngga berat untuk melepasnya, oleh karena itu aku berkata dengan jujur padanya, kalau dia sungguh-sungguh tidak mau melepaskan aku, dia harus punya usaha buat mendapatkan hatiku kembali karena hatiku mati suri.

Kalau sudah marah ... bahkan keluargaku pun dia sumpahin, bahkan teman SDku pun tak satupun boleh aku temanin karena kecemburuannya terhadap dua orang di antara mereka. Sedangkan dia bisa sesuka hati bergaul dengan komunitasnya yang tidak aku sukai. Dia punya pegangan telpon rumahku, sedangkan aku hanya punya dua PIN BB temannya, itupun masih belum cukup baginya masih saja menanyakan no telp dan PIN BB teman-teman kantorku, ... sungguh tidak adil buat aku. Dan ketika aku ngga mau memberikan kepadanya, dia menuduhku macam-macam. Entah pendustalah, penipulah, pembohonglah,...padahal aku ngga tau aja kelakuannya di sana kalau dia sudah menghilang tanpa kabar. Keegoisannya membuat aku semakin ingin pergi jauh darinya. Sungguh pria yang tidak pantas dipertahankan. Pria yang tidak pernah introspeksi diri juga. Tidak pernah mau mengaku salah, tidak pernah mau memakai cara lembut untuk mendekatiku selain dengan paksaan dan ancaman. Aku tidak perduli, yang penting aku terbebas dari cowok jahat yang bisa membahayakan diriku dan yang suka memutuskan tali silaturahmi dengan semua orang yang sudah terjalin begitu lama dan begitu baiknya, sungguh dosa besar. Allah sangat membenci orang yang suka memutuskan tali silaturahmi, jadi aku sangat yakin kalau hubunganku dengannya sudah pasti tidak mendapat restu dari Allah SWT karena hanya membawa keburukan bagi kami berdua.

Ya Allah, ... tunjukkan jalanMu ... Engkau pasti memiliki cara untuk menjauhkanku dari pria yang hanya berniat dzalim kepada diriku dan keluargaku. Aku percayakan semuanya padaMu. Jodoh dan mati hanya di tanganMu. La illaha illa anta subhnaka inni kuntum minna dzaalimiin. Rabbana attinafi dunya hasana wafil akhirati hasanata waqina azabannar. Amin amin ya Rabbal a'lamiin.