Sabtu, April 28, 2012

WARUNG GARASI

Teman-teman yang di Balikpapan ... sejak hari senin 23 April 2012 kemarin, telah dibuka warung yang kami namakan WARUNG GARASI bertempat di sebuah garasi rumah tangga yang tidak begitu luas, menjual nasi campur, kopi, berbagai minuman ringan, juga menerima pesanan lumpia seafood. Dibuka setiap hari Senin - Sabtu, dari pukul 10 pagi hingga 8 malam, tepatnya di Jl Mekarsari RT 29 No 01 (jalan masuk toko utama, pas tanjakan di kanan jalan, sekitar 100 meter sebelum STM Pangeran Antasari) Gunung Sari Ilir Balikpapan.

Lebih lengkapnya, klik di web nya yaaa:

http://garasiwaroong.blogspot.com
http://www.facebook.com/groups/annisatang/








































Sabtu, Januari 21, 2012

Ketika waktuku tiba ...

Tak ada yang tahu sampai kapan perjalanan hidup seseorang akan berakhir, namun ketika waktu itu tiba, aku ingin siap menjadi orang yang dikenang di dunia yang sempat aku tinggali sepanjang batas usiaku. Sudah 28 tahun lebih aku menjadi bagian dari alam ini, mengenal mereka yang sayang padaku, menyadari mereka yang membenciku, mengetahui adanya panggung sandiwara dalam dunia ini, ... dipenuhi oleh malaikat maupun setan, atau sekedar manusia biasa yang cukup puas dengan kehidupan manusia yang biasa-biasa saja.

Aku adalah orang yang tidak cukup rela untuk mengalami berbagai peristiwa dalam kehidupan ini yang mengorbankanku, dengan kata lain aku adalah seseorang yang sangat benci menjadi bagian dari yang dikorbankan. Yah, aku membenci segala bentuk pengorbanan. Dan aku sangat tidak rela dipisahkan oleh orang-orang yang sangat aku cintai, ... mereka itu keluargaku, kekasihku, juga teman-teman sekolahku dulu (SD dan SMA) ... Aku melewatkan SMP karena aku mengalami banyak kejadian yang kurang menyenangkan ketika itu ...

Mami ... Papa ... Vigo ... merekalah keluargaku, yang selalu ada saat aku membutuhkan, aku tak akan sanggup jika terpisahkan oleh mereka bertiga, orang-orang yang sangat aku cintai. Jangan biarkan aku hidup di dunia ini tanpa mereka ya Allah, karena aku tak akan sanggup hidup di dunia fana ini seorang diri. Jika pun ada masanya kami harus berpisah, biarkan aku yang pergi terlebih dahulu. Dan ketika waktuku tiba, kenanglah ketika aku sedang tertawa, ... lupakanlah wajahku ketika aku sedang menangis, sedang cemberut, dan sedang merengek.


Kamis, Januari 19, 2012

Desahan hati yang merindu


Malam yang berbintang ...
Ada satu paling menarik oleh pandanganku ...
Dia berada di sudut timur,
mengkilap dan berkedip kepadaku ...
Cahaya yang bersinar paling terang,
seakan menantangku untuk menggapainya.

Kamu seperti bintang ...
Karena kamu selalu ada di setiap malamku ...
Namun kamu bukan sembarang bintang,
kamulah sang bintang kejora,
yang mampu menarik perhatianku dengan pesonamu.

Malam ini tak berbintang ...
Bukan karena akan turun hujan ...
Hanya saja semua bintang tertutup oleh pesona bintang kejora ...
Sedangkan sang kejora, enggan mampir di malamku kali ini ...
Kemana kau wahai kejoraku ???


Sabtu, Januari 07, 2012

Pentingnya sikap seorang pelayan masyarakat (Pengalaman buruk dengan jasa layanan taksi argo)

Hari selasa 03 Januari 2012 malam sepulang dari mall yang bergandengan dengan mall yang berdiri terlama di Kota Balikpapan, saya dan mami menelpon jasa taksi argo yang juga paling lama ada di Balikpapan juga dulunya sangat terkenal, kebetulan saya menggunakan provider selular Esia yang mana hanya jasa layanan taksi tersebutlah yang bisa dihubungin dari operator selular saya.

Setelah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kami menunggu di pintu utama mall menghadap ke laut, sang operator menyebutkan tiga angka nomor taksi 1*4.

Menunggulah kami dengan berpatokan nomor tersebut. Tak lama menunggu, taksi tersebut datang dan dengan lambaian tangan kami mencoba memanggil, tapi apa yang terjadi ? Taksi berjalan dengan kencang tanpa menghampiri kami sehingga kami setengah mati berteriak untuk memanggilnya, bahkan dibantu dengan tukang sampah untuk berteriak ia tak juga berhenti.

Kemudian dengan rada kesal sayang menelpon si operator untuk menanyakan taksi tersebut, tapi apa jawaban operator ? "Mana saya tau kalau taksinya lewat ?! Kan mba yang disitu ?!". Dengan sangat murka saya langsung memaki-maki operator tersebut. Operator langsung melunak dan menyuruh si supir memutar balik dan saya menutup telpon dengan sangat kesal. Tak lama berselang, layanan taksi lainnya berhenti dan kami langsung menaikinya tanpa perduli dengan layanan taksi yang sudah saya hubungin tersebut. Kebetulan ini adalah pengalaman buruk kami yang kedua dengan layanan taksi tersebut. Beberapa bulan yang lalu kami ketinggalan minyak goreng 5 liter di sebuah taksi dan tak ada iktikad baik dari si supir untuk mengembalikannya. Kesalahan kami adalah tidak mengetahui nomor taksinya karena sembarangan menaiki taksi yang mangkal di sebuah mall.

Saya benar-benar kapok untuk menggunakan layanan taksi tersebut. Semoga teman-teman lain tidak mengalami kejadian seperti saya, dimana keadaan sedang sangat letih mendapatkan jawaban buruk dari petugas layanan umum.

Minggu, Desember 04, 2011

Surprise at 28 ... waiting for my day ... #^___^#

H-18 ...

Sebentar lagi adalah 'my day' dimana pada hari itu 28 tahun yang lalu adalah moment dimana aku mulai mengenal dunia. Kemudian menjadi gadis kecil penakut, remaja kuper, perempuan dewasa yang mengalami pasang-surut drama kehidupan, dan sekarang sebagai seorang WANITA.

My day ... I wish I get a little surprise things at the 28 ... career, high quality love, family, and more things that there's only in my dream. I'm a princess in my happily ever after story of myself. I wanna be a queen for a wise king. ^___^

Ada apa ya 18 hari lagi ? *nyengir kuda*

Sabtu, Desember 03, 2011

Bukan cinta-cintaan ...

Baru 2 setengah bulan menjalin kasih dengan kekasih hatiku saat ini, setelah 4 tahun yang lalu aku mengalami putus cinta. Ini adalah keempat kalinya aku menjalani hubungan kasih dengan pria. Aku memilihnya dari beberapa pria yang sempat dekat denganku. Ini memang bukan pertama kalinya kami berkenalan, bahkan 11 tahun yang lalu kami sudah saling mengenal, ia teman sekelasku ketika kelas 2 SMU, dimana saat itu aku masih lugu dan kuper, dan mengalami 'cinta-cintaan' (cinta monyet) sejak kelas 1 dengan seseorang yang bisa dibilang sama cupunya denganku. Berbeda dengannya yang gaul dan bersahabat dengan anak basket yang cukup populer di kalangan siswi-siswi SMU.


Aku dan dia bertemu kembali di sebuah plaza di kota dimana kami pertama kali berkenalan. Dia terlihat lebih kurus, dan yang membuat dia sangat berbeda karena ia memelihara kumis, yah ... kami memang sudah sama-sama dewasa, tapi yang tidak berubah dari dirinya adalah dia masih ceria seperti dulu. Kami menikmati masa-masa kebersamaan itu, hingga senja yang memisahkan di atas bendungan kota.

Setelahnya kami menghabiskan malam bersama melalui telpon untuk saling bertukar pikiran. Dan dibalik sikap cerianya, ternyata banyak sisi yang tidak aku ketahui. Dia ditinggal meninggal oleh mamanya sekitar 3 tahun yang lalu, dan sebelumnya kakak lelakinya juga sudah pergi mendahului di usia yang masih sangat muda, dan ia sempat mengalami menjadi seorang pria dengan dunia gemerlap.

Aku merasa bahwa aku dan dia sama. Banyak dari diriku yang tidak diketahui oleh orang lain. Aku sangat berduka atas kepergian tante yang paling dekat dengan diriku, karena penyakit yang memang mematikan dan belum diketahui obatnya hingga saat ini. Adik sepupuku kehilangan dua kali mama, tanteku itu kebetulan adalah mama kedua dari adik sepupuku dan mama kandungnya adalah kakak kandung dari tanteku itu, dan itu juga membuatku sangat terpukul. Aku juga mengalami banyak hal ketika aku kuliah di rantau. Aku yang lugu, tidak tahu cara bergaul, mendadak mengenal alkohol dan dunia malam, walau memang dalam batasan-batasan yang wajar, hanya saja 'sekedar mengenal' pun bisa dibilang tidak wajar bagi seorang gadis rumahan sepertiku.

Aku memilihnya karena ia memiliki rasa duka yang sama denganku, masa lalu yang tidak jauh berbeda denganku, dan sisi dalam yang tidak diketahui orang lain (sama seperti diriku). Sedikit kecewa ketika ia membatasi pergaulanku dengan orang-orang di masa laluku, yang sebenarnnya hanya aku anggap sebagai 'bagian masa lalu' walau memang silaturahmi tidak ingin kuputuskan begitu saja, namun kemudian aku bisa menerimanya sebagai bagian dari kelemahannya, karena aku menyayanginya, dan aku percaya seiring dengan waktu ia bisa berubah, setelah ia menyadari wanita seperti apa aku sebenarnya dan bagaimana perasaanku sesungguhnya terhadapku.

Kedewasaan ini ... aku dan dia sama-sama dewasa kini ... aku sudah memutuskan untuk menjadi bagian dari hidupnya kini dan berharap menjadi bagian dari masa depannya kelak, begitupun yang ia harapkan dariku. Karena kini ... masaku dan masanya ... sudah bukan cinta-cintaan ...

Jumat, Desember 02, 2011

Sudah jatuh tertimpa 'adik ipar' ... ya sudahlah ...

Lima hari yang lalu aku mendapat kabar dari papaku bahwa adik lelakiku satu-satunya akan menikah. Tentu saja agak sedikit mengejutkan mengingat adik lelakiku itu belum memiliki penghasilan tetap dan usianya masih sangat belia, dalam artian ia belum siap lahir bathin. Calon istrinya pun tidak jelas aku dan keluarga ketahui, dari negri antah-berantah mana ia berasal. Cerita demi cerita mengalir dari papa bahwa pacarnya dalam kondisi hamil dua bulan. Hati sedikit bertanya mengingat adikku itu berbeda kota dengan pacarnya.

Berbagai jalan 'pembuka pikiran' telah dilakukan oleh mami dan papa untuk mengingatkan kepada adik lelakiku itu tentang perempuan yang akan jadi istrinya, namun adikku telah sangat yakin dan percaya seperti apa perempuan yang tengah jadi pacarnya itu. Akhirnya mami menerima dengan lapang karena adikku sudah yakin akan pilihannya dan yakin akan anak dalam kandungan pacarnya itu. Adik lelakiku itu bukanlah adik kandung, ia adalah anak yang kami adopsi dari sebuah rumah sakit atas permintaanku ketika usianya baru 15 hari setelah dilahirkan, karena sang ibu yang ditinggalkan oleh suami tidak sanggup membiayainya.

Tentu saja bukan hanya mami dan papa yang pusing dengan calon mantu dan calon cucu, tetapi aku pun pusing dengan kehadiran calon adik ipar dan calon ponakkan, terlepas dari hal langkah-melangkahi, sesungguhnya aku merasa keberatan akan hadirnya calon adik ipar yang sedang hamil. Mengingat adikku itu sekedar pulsa pun masih sering menodongku, makan di warung pun masih sering aku traktir. Ini akan menjadi 'pernikahan dini' yang kurang menyenangkan bagiku, tentu saja. Akhirnya aku menegaskan pada mami dan papa, "Ini adalah perbuatan adikku, jadi sepenuhnya aku lepas dari tanggungan apapun.", dan mami menyetujuinya.

Dua hari yang lalu adik lelakiku itu pulang dari Samarinda, ia membawa calon istrinya itu serta. Ia menghampiriku ke dalam kamar dengan cengiran yang bagiku 'nggak banget', sibuk menarikku untuk keluar dari dalam kamar untuk menghampiri calon istrinya itu, dan aku mengusirnya keluar dari kamarku. Rasanya menyebalkan melihat tampangnya yang tanpa rasa bersalah itu.

Esoknya aku berusaha mengorek informasi pada papaku sepulang kerja. Bertanya tentang pacar adikku itu, seperti apa dia. Dari papaku aku mengetahui bahwa pacar adikku itu kos di Samarinda sementara mamanya berjualan di Kutai, dan papanya pergi meninggalkannya dan mamanya. Sedikit simpati memang mendengar ceritanya. Tapi aku bukan tipe yang mudah diperdaya oleh orang lain. Dan kata papa, menurut cerita si Icha (nama pacarnya adikku), dokter bilang kalau detak bayi dalam kandungannya lemah.

Asyemmm, sedongkol-dongkolnya aku pada adikku, tapi aku bukan tipe yang cukup tega untuk menelantarkan seorang wanita yang sedang hamil. Akhirnya aku berkata dalam hati dengan pasrah, "Apapun yang akan terjadi,...ya sudahlah...".

Jumat, November 25, 2011

You are so beautiful

Kemarin seorang India yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia, dan berbicara dalam bahasa Inggris bercampur dengan Melayu datang kepadaku dan memintaku untuk membantunya mengirim uang kepada anaknya yang berada di Malaysia melalui Western Union. Proses demi proses pengiriman pun saya lakukan sesuai prosedur. Yang paling spesial dari semuanya adalah kalimat penutup 'basa-basi' yang diucapkan oleh si Bapak itu, yaitu 'You are so beautiful', yang bisa diartikan sebagai 'cantik' yang sebenarnya ataukah 'cantik' karena sikap ramah dan bersahabat yang saya tunjukan kepadanya, tapi apapun itu, hikmah yang bisa diambil dari cerita saya kali ini adalah kalimat yang sebenarnya 'simple', namun bisa membuat hati seseorang senang dan merasa dihargai, begitu pun yang saya rasakan ketika mendengar kalimat 'basa-basi' tersebut. Kemudian saya hanya menjawab singkat sambil tersenyum; 'Thank you'.

Minggu, November 20, 2011

Memanjakan ego menciptakan kehancuran

Ketika kamu merasa terabaikan olehku sehingga mempertanyakan kembali hatiku, tahukah kamu betapa sakitnya aku menyadari adanya ketidak-percayaanmu terhadapku. Dan tidak tahukah kamu rasa abai yang kamu rasakan sesungguhnya adalah ketidak-mampuanku memenuhi segala hal yang kamu inginkan dariku. Pernahkah terpikirkan olehmu, apa yang aku rasakan ketika kamu tidak memberi kabar padaku, dan sikap yang aku ambil sebelum dan setelah mendengar penjelasan darimu. Dibandingkan sikap yang kamu ambil sebelum dan sesudah mendengarkan penjelasanku, bahkan terkadang kamu tak memberi kesempatan padaku untuk menjelaskan.

Ketika aku memilih diam daripada menerima ajakanmu untuk beradu mulut, saling menyalahkan satu sama lain, kau mengatakan bahwa aku sedang lari dari masalah, yang sesungguhnya aku tak pernah menyingkir dari masalah melainkan itu caraku untuk mengatasinya, membiarkan kita sama-sama tenang sampai akhirnya bisa berbicara tanpa adanya emosi yang meledak-ledak. Yang perlu kamu tahu adalah aku adalah wanita yang bisa dipegang kepercayaannya. Entah kamu pernah mengalami hal apa dengan wanita-wanita yang sebelumnya, aku tak perduli, namun yang perlu kamu tahu adalah aku bukanlah 'mereka', dan kamu tak perlu berulang kali menanyakan isi hatiku karena jawabannya tetap sama.

Ketika tidak sempat menerima telponmu, ketika tidak sempat membalas smsmu, ketika BBM mu terabaikan olehku ... bukanlah suatu kesengajaan ... namun sadarkah kamu bahwa sebelumnya aku selalu memberi-tahu kegiatanku beserta waktunya ... dan kamu tentu sudah tahu apa yang sedang aku lakukan ketika aku tidak sempat membalas telpon dan pesan-pesan yang kau kirimkan ke ponselku. Setelah kemaren aku seharian bepergian bersama kawan yang lain menghadiri pernikahan salah seorang kawan kita juga, maafkan aku karena telah membawaku ke sikap abai terhadap dirimu. Ketika hari ini aku harus menghadiri pernikahan salah seorang kawan lamaku, maafkan aku karena membuatmu merasa jauh dariku. Maafkan aku karena tak bisa sepenuhnya memahami perasaanmu, dan memenuhi apa yang menjadi keinginanmu sebenarnya. Yang aku tahu hanyalah aku mencintaimu, dan cinta ini tak akan membangkitkan ego untuk membatasi ruang gerakmu dan memanjakan emosiku semata sehingga menyulut suatu pertengkaran yang malah membawa kehancuran pada hubungan kita. Karena aku tak mau kehilangan dirimu.